JAKARTA – Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Timah (Persero) Tbk. Kolaborasi ini dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Teknis (PKT) Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) yang berlangsung di Kantor Perwakilan Jakarta PT TIMAH (Persero) Tbk, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Pamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol Dr. M. Syahduddi, S.I.K., M.Si., beserta jajaran Subdit Audit Sispamobvitnas. Sementara dari pihak eksternal, hadir Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk Restu Widiyantoro, Direktur Operasional Handy Geniardi, serta jajaran kepala divisi perusahaan.
Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk, Restu Widiyantoro, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan berkelanjutan dari institusi kepolisian. Ia menekankan pentingnya pendampingan hukum agar operasional tata kelola perusahaan tetap berjalan di koridor yang benar.”Kami berterima kasih kepada Polri atas kerja sama yang selama ini terjalin dengan baik. Kami sangat bersyukur hari ini pengamanan PT Timah mendapatkan dukungan penuh (back up) dari Polri melalui penandatanganan PKT ini.
Kami berharap pihak kepolisian segera mengingatkan manajemen jika terdapat tanda-tanda langkah perusahaan yang mulai melenceng dari ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Restu Widiyantoro.
Sementara itu, Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol Dr. M. Syahduddi, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa PT Timah merupakan pengelola sumber daya strategis yang berdampak langsung pada ekonomi nasional dan penerimaan negara. Pengamanan terhadap objek vital nasional (Obvitnas) ini wajib dipedomani melalui implementasi SMP yang ketat dan disiplin.
Brigjen Pol M. Syahduddi juga mengingatkan bahwa kerja sama ini merupakan turunan teknis dari Nota Kesepahaman antara Kementerian BUMN dengan Polri serta Perjanjian Kerja Sama Group MIND ID. Dari enam perusahaan di bawah MIND ID, PT Timah diharapkan segera menyusul tiga perusahaan lainnya yang telah tersertifikasi SMP. Lebih lanjut, ia menekankan perubahan paradigma dalam memandang aspek keamanan korporasi.
“Sistem Manajemen Pengamanan bukanlah sebuah biaya (cost) yang harus dikeluarkan, melainkan sebuah investasi penting untuk menjamin keberlangsungan operasional perusahaan. Selain itu, keamanan bukanlah tanggung jawab Satpam semata, melainkan tanggung jawab seluruh unsur perusahaan, mulai dari pimpinan tertinggi hingga seluruh karyawan,” tegas Brigjen Pol M. Syahduddi.
Ia juga menambahkan bahwa pola pengamanan saat ini harus bergeser dari reaktif menjadi preventif dan prediktif. Dengan begitu, setiap potensi ancaman dapat dimitigasi secara tepat sebelum berkembang menjadi gangguan nyata yang merugikan operasional perusahaan.
Acara penandatanganan PKT SMP ini berjalan dengan khidmat dan ditutup dengan prosesi pertukaran cenderamata/plakat serta foto bersama sebagai simbol soliditas komitmen kedua belah pihak.
Penulis : Abubakar