Responsive Slideshow Advertisement

Inna lillaahi, kabar duka tokoh seni Indonesia Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun

Responsive Slideshow Advertisement

Kota Jakarta – Putra bungsu Presiden RI pertama Soekarno, Muhammad Guruh Irianto Soekarnoputra bin Soekarno meninggal dunia pada usia 73 tahun di RS.Siloam MRCCC Semanggi Jakarta pada hari Sabtu, 26 September 2026 pukul 04.16 WIB akibat penurunan kondisi kesehatan.

Lahir di Istana Merdeka, Jakarta pada 13 Januari 1953 dari pasangan Soekarno dan Fatmawati. Adik dari mantan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri ini dikenal sebagai sosok politikus dan seniman. Setelah lepas dari dunia politik saat menjadi anggota DPR-RI 1992-1997 dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) lalu melanjutkan karir politiknya di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai anggota DPR-RI 2014-2019 berlanjut hingga 2024, Guruh banyak menghabiskan waktu dan meninggalkan jejak panjangnya di dunia seni, musik dan kebudayaan yang sudah dipelajari sejak usia belia.

Dikutip dari berbagai sumber, Guruh memperdalam seni tari dan karawitan tradisional Bali dan Jawa kepada Maestro terkenal, seperti I Wayan Diya, I Wayan Rindi, I Nyoman Kakul, Ni Ketut Reneng, I Made Gerindem, Anak Agung Gede Ngurah Mandera, I Gusti Kompyang Raka dan Raden Ayu Laksminto Rukmi. Selain itu, ia memperdalam pengetahuan musiknya di bawah bimbingan komponis besar Indonesia, Mochtar Embut dan Ismail Marzuki.

Melalui tangan seninya, sekembali nya dari negeri Belanda pada tahun 1975, Guruh melakukan eksperimen fusi musik gamelan BaLi dengan musik pop/rock Barat. Proyek besar ini melahirkan album Guruh Gipsy yang didukung musisi papan atas seperti Chrisye, Roni Harahap, Keenan Nasution, Abadi Soesman dan Oding Nasution.

Guruh dikenal juga sebagai pencipta 15 lagu yang hits era 80-an yakni Melati Suci, Lenggang Puspita, Candu Asmara, Zamrud Khatulistiwa, Lagu Putih, Keranjingan Disco, Kenang-kenangan, Galih & Ratna, Hallo Jakarta, Gilang Indonesia Gemilang, Anak Jalanan, Damai, Nostalgia Hotel Des Indes, Seni dan Jenuh. Tak sedikit dari karya lagunya yang masih dibawakan penyanyi saat ini.

Guruh juga mendirikan grup musik bernama GSP Production (Gencar Semarak Perkasa) dan organisasi pemuda Swara Mahardhika pada 27 Maret 1977 sebagai wadah kreativitas remaja dan eksperimen seni yang memadukan tari tradisional Indonesia dengan tarian modern barat. Tidak sedikit kaum muda dari berbagai daerah yang berkecimpung dalam banyak kegiatan di organisasi ini.

Dalam paduan karya seninya, Guruh lebih mengedepankan nilai budaya Indonesia serta memadukan antara dua unsur budaya barat dan timur sesuai amanat sang ayah sebagai sosok tokoh bangsa dan proklamator.

Selamat jalan politikus dan tokoh seni Indonesia. Terimakasih kami pada torehan jejak seni yang tertuang dalam lagu dan tarian. Semoga jasa mu kan menjadi inspirasi dan motivasi untuk semua kalangan.

Red

Responsive Slideshow Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Responsive Slideshow Advertisement