Responsive Slideshow Advertisement

Peringati 100 hari wafatnya Hj.Sri Rochma Chasanah, ibunda Camat Ciputat Timur Rastra Yudhatama, S.STP berjalan penuh khidmat

Responsive Slideshow Advertisement

Tangerang Selatan – Kombes (purn) H.Eddy Ihwanto bersama keluarga besarnya menyelenggarakan acara Tahlilan 100 hari atas wafat istrinya, Hj.SRI ROCHMA CHASANAH binti Sumardi. Keduanya merupakan orangtua dari Camat Ciputat Timur Rastra Yudhatama, S.STP. Acara diadakan di kediaman Cluster Casa Arjuna no.A1/10 Jl.Arjuna Raya Kelurahan Pondok Benda Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026.

Dihadiri Sekdis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) TangseL Hadi Widodo beserta beberapa pegawai DLH, Camat Ciputat Erwin Gemala Putra, sejumlah pegawai Kecamatan Ciputat Timur, pengurus dan anggota FKPPI PC.27.08 TangseL, Ustad Lalu, Ustad Anjar, sejumlah pejabat birokrat TangseL, warga sekitar dan tamu undangan serta penceramah Ust.Firdaus

Acara yang dimulai selepas sholat Isya ini diawali dengan pembacaan ‘Dzikir pada Allah swt disertai beberapa surat pendek dalam Al-Qur’an yang dilanjutkan dengan Sholawat Nabi Muhammad saw. Meski sempat diguyur hujan deras, tak menyurutkan gemuruh suara para hadirin dalam melantunkan pujian dan sholawat.

Dalam sambutannya mewakili keluarga besar ayahanda Kombes (purn) H.Eddy Ihwanto dan ibunda (almarhumah) Hj.SRI ROCHMA CHASANAH binti Sumardi, Camat Rastra Yudhatama mengucapkan banyak terimakasih pada hadirin dan memohon maaf atas segala kekurangan. Camat yang akrab dipanggil Yudha ini berpesan agar selalu ingat kepada kebesaran Allah swt serta bersholawat pada Nabi Muhammad saw. Anak pertama dari 3 bersaudara ini mengajak para hadirin untuk mendoakan almarhumah ibunya, Hj.Sri Rochma Chasanah binti Suwardi agar diampuni dosanya, diterangi kuburnya dan menjadi penghuni surga-Nya, allahumma aamiiin.

Dalam ceramahnya, Ustadz Firdaus membuka dengan QS.Al-Ashr (Demi Waktu) yang mengingatkan pada hadirin bahwa hidup didunia ini singkat dan sementara. Untuk itu mari bersama menjaga dan meningkatkan amal ibadah sebagai bekal di akhirat nanti dengan mencintai orangtua dengan tidak mendurhakainya. “Sesungguhnya peran dan cinta orangtua pada kita sebagai anaknya sangatlah besar. Seorang ibu berpayah-payah mengandung kita selama 9 bulan. Itu adalah bentuk perjuangan dan pengorbanan. Saat akan melahirkan, sang ibu merasakan sakit yang luar biasa memperjuangkan si anak bisa lahir dengan selamat dan menjadi anak yang berguna bagi keluarga, bangsa dan agama” ujar Ustadz Firdaus.

“Meski seluruh harta anak-anaknya dikumpulkan lalu diberikan, itu belum terbayar cinta seorang ibu pada anaknya. Zaman sekarang, suami istri bekerja lalu anaknya dititipkan diasuh sama ibunya hanya karena supaya irit pengeluaran daripada membayar pembantu atau babysister. Akhirnya terkesan orangtua sang ibu menjadi pembantu anaknya. Padahal diusia senjanya, harusnya si anak bisa berupaya untuk tidak merepotkan orangtuanya dan mengasihinya” lanjut Ustadz Firdaus sambil mengucapkan doa turun hujan “Allahumma Shoyyiban Naafi’an”

“Apabila orangtua sudah wafat. Mari kita sebagai anak memperbanyak sedekah dengan berniat sedekah tersebut untuk orangtua kita sebagai amal jariyah dengan mengutip sebuah hadits, Rasulullaah saw bersabda “Apabila seorang anak keturunan Nabi Adam, AS telah wafat maka terputuslah semua amalannya kecuali 3 perkara yakni amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang sholeh. Untuk itu kita sebagai orangtua, mari kita didik anak-anak kita dengan agama, jangan sampai jauh dari Allah swt dan lebih mencintai dunia” jelas Ustadz Firdaus.

Acara yang berakhir sekitar pukul 21.30 wib diakhiri dengan doa bersama untuk keluarga yang ditinggalkan dan khususnya bagi almarhumah Hj.SRI ROCHMA CHASANAH.

Penulis : M.Mangunsong

Responsive Slideshow Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Responsive Slideshow Advertisement