Bogor – Pada Jumat, 3 April 2026 lalu, Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kec. Setu (MWC NU) menggelar Raker untuk Masa Khidmat 2024 – 2029. Beberapa program sudah berhasil diwujudkan MWCNU Setu, antara lain penyediaan mobil ambulans yang keberadaannya sangat membantu masyarakat Kec. Setu.

Program lainnya adalah menggelar berbagai kegiatan keagamaan sebagai syiar tradisi dan ajaran Ahlussunah Wal jama’ah Annahdliyah semisal Maulid Arbain, Tarawih keliling, Ruwahan, Istighosah Kebangsaan, Diskusi Pemikiran dan Kebudayaan, dan juga berbagai program tetap seperti Mujahadah, Lailatul Ijtima, peringatan Harlah NU dll.
Dalam Raker kali ini ada beberapa program strategis yang akan diwujudkan. Antara lain membuat Kartu NU Lokal Kecamatan untuk memperkuat konsolidasi anggota, membuat suatu badan usaha sebagai penopang ekonomi kegiatan muharrik MWC NU Setu, menghidupkan kembali baksos kesehatan tradisional berkolaborasi dengan Lesbumi, menggelar festival budaya internasional atau festival budaya antar pesantren.
Selain itu beberapa program yang tujuannya membangun wawasan dan menciptakan masyarakat cerdas, MWC NU juga berencana membuat perpustakaan berjalan untuk menghidupkan budaya literasi di lingkungan Setu, menggelar diskusi dan kebudayaan bersama Lesbumi dengan iringan musik etniknya, dan juga membuat program kursus murah seperti Kursus Nizomi yang sukses dijalankan anak ranting Cibening kec. Setu. Ke depan akan diagendakan Kursus Bahasa Jepang.
Acara raker dihadiri kurang lebih 40 peserta dari kepengurusan MWC NU Setu, Ranting, Anak Ranting, IPNU, IPPNU, Lesbumi, dan banom lainnya. Istimewanya acara ini juga dihadiri Kyai Kharismatik pengasuh PP Motivasi Istana Yatim, Kiyai Nurul Huda, Ketua PCNU Kab.Bekasi Kyai Enjuk Marjuki, Kyai Ahmad Syaihu selaku Rois Syuriah MWCNU Setu, dan tentunya Ketua Tanfidziah MWCNU Setu Kyai Subhan Tanjung. Hadir pula membersamai acara ketua Lesbumi PCNU Kab. Bekasi, Gus Ferry Priandani.
Kyai Nurul Huda, atau yang akrab disapa Ayah Enha selaku pengasuh PP Pesantren Motivasi yang juga tokoh yang sudah menasional dalam sambutannya memberi pesan bahwa MWC NU Setu harus mewujudkan mottonya sebagai organisasi keagamaan NU yang Maju Mendunia. “Maju Mendunia bukan sekedar motto tapi menjadi program yang bisa dibumikan, dalam hal ini harus membuat festival budaya internasional kolaborasi bersama Lesbumi. Ya setidaknya Festival Budaya antar Pesantren dulu lah,” tandasnya.
“Bukan apa-apa, karena NU lahir sebagai mandat peradaban. Organisasi ini lahir bersamaan dengan runtuhnya Kekhalifahan Turki Usmani pada tahun 1920-an. Maka organisasi NU di tingkat kecamatan sekalipun harus punya daya gerak, tidak hanya mampu menggerakkan diri dan organisasi saja, tapi juga menggerakkan orang lain atau umat untuk maju membangun peradaban,” tegas Ayah Enha dengan nada penuh motivasi dan semangat menyala.
Kyai Enjuk Marjuki, Ketua PCNU Kab Bekasi dalam pembukaannya memberi wejangan bahwa tugas penggerak NU itu sungguh mulia, antara lain Menjaga Agama, Menjaga Umat, menjaga NKRI dan lingkungan supaya ajaran Aswaja tidak tergerus zaman. “Bersyukur kita dipilih Allah sebagai manusia yang berkhidmat menjadi Muharrik NU. Kesempatan berharga ini tidak diberikan ke yang lain, boleh jadi karena keikhlasan kita mengabdi pada masyarakat. Semoga Raker kali ini menghasilkan rencana strategis maju mendunia,” pungkasnya.
Sementara itu, Kiyai Subhan, selaku Ketua Tanfidziah MWCNU Setu seperti biasanya tampil membuka acara dengan humor- humor segarnya. Dengan lirih di ujung pesannya beliau berujar; “Alhamdulillah kita semua hadir di sini, ini bukti totalitas dan keikhlasan kita dalam berkhidmah. Semua yang hadir disini rela meninggalkan sejenak kesibukannya, sejenak persoalan rumah tangganya, untuk menghidupkan NU. Insya Allah semua yang hadir santrinya Mbah Kyai Hasyim Asy’ari, dan kehidupannya diparingi keberkahan,” katanya dengan penuh lirih dan khidmat.
Penulis : Abubakar