Responsive Slideshow Advertisement

Songsong Harlah NU, Pengurus MWCNU Setu Touring Ziarah ke Muassis Nahdatul Ulama

Responsive Slideshow Advertisement

BEKASI, – Dalam rangka menyongsong perhelatan Harlah NU yang akan digelar pada Februari 2026 di Kec. Setu, Kab Bekasi, pengurus MWCNU Setu bersama anak ranting, lembaga dan para banom melakukan touring ziarah ke makam Muassis Nahdatul Ulama, Dr. KH. Idham Chalid yang berlokasi di Puncak Bogor, Jawa Barat pada 25 Januari 2026.

Berangkat dari Pesantren Motivasi, asuhan Kyai Nurul Huda, para pengurus MWCNU bergerak mulai pukul 08.00 dipimpin oleh Kyai Subhan Tanjung, selalu Ketua Tanfidziah MWCNU Setu. Turut hadir serta Sekjen MWCNU Setu, Ust Mulyana Jurjani, ketua PC Lesbumi Kab.Bekasi Gus Ferry Priandani, Zaziri ketua Lesbumi MWCNU Setu, dan Ismuri wakil BPD Desa Burangkeng, Setu.

Sebelum berangkat, acara Touring Ziarah ke Muassis NU ini para pengurus mendapat briefing berupa pencerahan Ruhani oleh Kyai Syaihu selaku Rois Syuriah MWCNU Setu. Beliau berpesan untuk dapan keadaan hati dan niat yang suci ketika melakukan perjalanan safar suci ini.

“Karena ini perjalanan suci, mengunjungi makam waliyullah orang yang dikasihi Allah. Karena itu jaga sikap dan perilaku selama perjalanan, jangan ghibah dan mengucapkan perkataan kotor. Agar perjalanan suci ini diterima para Muassis. Insya Allah beliau Kyai Idham Chalid sudah menunggu kita disana,” ujar ulama kharismatik ini.

Para pengurus pun dibuat larut dengan briefing Ruhani Kyai Syaihu. “Dan jangan lupa untuk beristirahat di Masjid Agar juga bersedekah walaupun 2 ribu rupiah untuk menjaga adab,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Kapolsek Kec. Setu yang juga turut memberikan pesan penyemangat. “Kalau pernah ada kisah perjalanan mencari kitab di Timur, maka perjalanan ini adalah perjalanan mengamalkan kitab suci,” tandasnya.

Perjalanan touring motor ziarah Muassis NU sebetulnya bukan hal asing bagi pengurus MWCNU. Para pengurus MWCNU seringkali ziarah bareng bersepeda motor ria ke ulama dan waliyullah di sekitaran Kec, Setu. Salah satunya menziarahi Mbah Kasidan atau Syech Alimuddin seorang ulama pendakwah Islam di daerah Awirarangan, Setu Bekasi.

Kyai Subhan Tanjung, Ketua Tanfidziah MWCNU Setu mengungkapkan alasan menziarahi Muassis Nahdatul Ulama, Kyai Idham Chalid. “Kyai Idham Chalid merupakan seorang ulama yang mendapatkan gelar pahlawan Nasional. Beliau merupakan Ketua Umum PBNU terlama yakni 28 tahun. Selama itu beliau dikenal ulama sederhana dan bersih. Beliau pernah di kementerian agama dan menjadi ketua DPR RI,” terangnya.

Tidak heran, sambung Kyai Subhan, bila Kyai Idham Chalid digolongkan waliyullah yang mastur, seorang wali yang kewaliannya tidak dikenal di Bumi. “Guru sekumpul pernah berkata saya tidak ada apa-apanya dibandingkan Maqom Waliyullah Kyai Idham Chalid. Nah kita sebagai pengurus MWCNU sudah selazimnya sering-sering ke pusaran beliau semoga mendapat barokah khudmah, ilmu dan cahayanya,” pungkasnya.

Red

Responsive Slideshow Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Responsive Slideshow Advertisement