Responsive Slideshow Advertisement

Wakapolri Tinjau Langsung Seleksi Terpusat SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Akpol Semarang

Responsive Slideshow Advertisement

Semarang – 30 Maret 2026 Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., melaksanakan peninjauan langsung Seleksi Terpusat SMA Kemala Taruna Bhayangkara angkatan kedua pada pukul 13.00 WIB di Gedung Paramartha, Akademi Kepolisian (Akpol) Lemdiklat Polri, Semarang. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si. serta As SDM Kapolri Irjen Pol. Dr. Anwar, S.I.K., M.Si.

Dalam peninjauan tersebut, Wakapolri melakukan pengecekan langsung terhadap pelaksanaan seleksi yang menggunakan metode Nusantara Standardized Test (NST). Metode ini dirancang untuk mengukur kemampuan peserta secara objektif, adaptif, dan presisi berbasis standar nasional dan internasional.

Sebanyak 399 siswa terbaik dari 28 provinsi tercatat mengikuti seleksi terpusat ini. Seluruh peserta telah diterima oleh panitia dari Rowatpers SSDM Polri dan difasilitasi penginapan di Mess Werving Akpol guna memastikan kesiapan optimal selama proses seleksi berlangsung.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) terus memperkuat kolaborasi strategis dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui pendidikan berkualitas dan sistem seleksi berbasis meritokrasi. Upaya ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM Indonesia yang berdaya saing global.

Sebagai mitra strategis, YPKBI berperan aktif dalam perancangan sistem seleksi, penguatan standar pendidikan, serta pengembangan kurikulum berorientasi global yang menekankan keseimbangan antara keunggulan akademik, karakter, dan kepemimpinan.

Pada hari pelaksanaan yang ditinjau, peserta mengikuti rangkaian ujian yang meliputi:
• Ujian IELTS Prediction Test
• Ujian mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, dan Sains

Secara keseluruhan, seleksi tingkat pusat ini berlangsung selama lima hari dengan tahapan sebagai berikut:
• Hari Pertama: Orientasi lingkungan, webinar, serta pengecekan perangkat dan jaringan
• Hari Kedua: Screening psikologi, simulasi IELTS, tes NST, serta tes MMPI dan PMK
• Hari Ketiga & Keempat: Tes kesamaptaan jasmani, pemeriksaan kesehatan (rikkes), seminar kebangsaan, serta wawancara psikologi
• Hari Kelima: Wawancara akhir dan Leaderless Group Discussion (LGD)

Seleksi ini merupakan lanjutan dari proses panjang yang sebelumnya diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Dari sekitar 3.000 peserta pada tahap awal, sebanyak 2.644 siswa mengikuti NST Tahap II, hingga akhirnya tersaring menjadi 400 peserta terbaik nasional yang melaju ke tahap seleksi terpusat.

Wakapolri menegaskan bahwa proses seleksi ini tidak hanya menilai aspek akademik, tetapi juga karakter, integritas, dan potensi kepemimpinan peserta. Sistem yang diterapkan mengedepankan prinsip transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas.

“Seleksi ini adalah bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun generasi unggul bangsa. Polri berkomitmen menghadirkan proses yang adil, transparan, dan berbasis meritokrasi, sehingga mampu menjaring talenta terbaik dari seluruh Indonesia,” tegas Wakapolri.

Melalui proses seleksi yang ketat ini, nantinya akan dipilih sekitar 180 peserta didik terbaik untuk menjadi siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara angkatan kedua. Mereka diharapkan menjadi generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, serta jiwa kepemimpinan global.

Polri menegaskan bahwa penyelenggaraan seleksi ini merupakan langkah konkret dalam penguatan SDM unggul yang adaptif terhadap tantangan masa depan.

Penulis : Abubakar

Responsive Slideshow Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Responsive Slideshow Advertisement