Responsive Slideshow Advertisement

MWCNU Setu Gelar Harlah NU Satu Abad Masehi, Teguhkan Cinta NKRI dan Kepedulian Sosial

Responsive Slideshow Advertisement

BEKASI, – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Setu sukses menggelar perhelatan akbar Harlah NU Satu Abad Masehi, Minggu (1/2/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini dihadiri jajaran pengurus ranting NU, banom, lembaga NU, pejabat setempat, tokoh masyarakat, serta para ulama se-Kecamatan Setu.

Acara dibuka dengan penampilan seni bela diri Pencak Silat Pagar Nusa, dilanjutkan dengan Hadroh Al Humairo dan lantunan sholawat dari Hadroh Al Ikhlas Setu Asri yang menambah kekhusyukan suasana.

Ketua Tanfidziah MWCNU Setu, KH. Subhan Tanjung, S.Pd.I, dalam sambutan dan laporannya menyampaikan apresiasi atas kekompakan seluruh elemen NU Setu. Pada kesempatan tersebut, ia juga menginstruksikan dilakukannya penggalangan dana untuk korban banjir sebagai bentuk kepedulian sosial warga Nahdliyin.

Puncak acara diisi dengan mauidzoh hasanah oleh ulama NU kharismatik, KH. Manarul Hidayat, MA, yang dikenal luas melalui ceramah-ceramahnya yang viral di media sosial. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya kecintaan terhadap tanah air.

“Negeri ini adalah tanah kelahiran kita, tempat kita hidup aman dan menjalankan agama. Jika negeri ini tidak aman, lalu ke mana lagi kita akan pergi?” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa sejak awal berdirinya, NU selalu hadir bersama para pendiri bangsa untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penampilan Dai Cilik asal Kecamatan Setu yang telah menorehkan prestasi sebagai juara lomba ceramah tingkat kecamatan hingga provinsi. Kehadiran mereka menjadi hiburan ruhani sekaligus bukti keberhasilan kaderisasi NU sejak usia dini.

Momen haru terasa saat MWCNU Setu memberikan apresiasi kepada para guru ngaji, menyalurkan hasil penggalangan dana banjir, serta menyerahkan hadiah bagi para pemenang lomba hadroh.

Acara ditutup dengan sesi ramah tamah yang diiringi alunan musik dari Lesbumi MWCNU Setu dan PCNU Kabupaten Bekasi, menampilkan tembang religi dan lagu-lagu Wali Songo. Penampilan vokalis muda Lesbumi, Jeje, turut menambah semarak suasana.

Menjelang akhir acara, seniman Lesbumi Maryadi menyerahkan sebuah lukisan penuh makna bergambar Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari kepada Pemerintah Desa Cibening sebagai bentuk kenang-kenangan dan apresiasi atas dukungan tempat penyelenggaraan acara.

Semoga peringatan Harlah NU Satu Abad Masehi ini membawa keberkahan, memperkuat ukhuwah, dan meneguhkan peran NU dalam menjaga agama, bangsa, dan negara. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Red

Responsive Slideshow Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Responsive Slideshow Advertisement