MAMUJU – Jembatan Gantung Garuda Sungai Paniki di Desa Bonda kini resmi digunakan masyarakat setelah rampung dibangun oleh TNI Angkatan Darat. Kehadiran jembatan tersebut menjadi solusi atas keterisolasian warga yang puluhan tahun menghadapi keterbatasan akses akibat derasnya arus Sungai Paniki.
Peresmian jembatan ditandai dengan pemotongan pita merah putih oleh Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, yang disambut penuh sukacita oleh masyarakat Desa Bonda yang telah lama menantikan sarana penghubung yang aman dan layak.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Sungai Paniki merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur kerakyatan yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses wilayah terpencil di berbagai daerah di Indonesia.
Sebelum jembatan ini dibangun, warga Desa Bonda harus menyeberangi Sungai Paniki menggunakan rakit atau jembatan bambu darurat yang kerap hanyut saat banjir. Kondisi tersebut sering menghambat aktivitas masyarakat, termasuk akses anak-anak menuju sekolah serta distribusi hasil pertanian ke pasar.
Kini dengan berdirinya jembatan gantung berstruktur baja yang kokoh, masyarakat dapat melintasi sungai dengan lebih aman. Keberadaan jembatan ini juga memungkinkan kendaraan roda dua melintas sehingga mempermudah mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Rasa syukur dan terima kasih disampaikan masyarakat Desa Bonda atas hadirnya jembatan tersebut. Salah seorang warga, Aminah, mengungkapkan bahwa jembatan ini membawa harapan baru bagi masyarakat. “Terima kasih kepada Bapak Presiden atas pembangunan jembatan ini. Sekarang kami bisa menyeberang dengan aman dan lebih mudah membawa hasil pertanian ke pasar,” ungkapnya.
Pembangunan jembatan ini merupakan wujud sinergi antara TNI AD melalui satuan kewilayahan bersama pemerintah pusat dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat di wilayah terpencil. Selama proses pembangunan, prajurit TNI bersama masyarakat bahu-membahu dalam semangat gotong royong, mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dengan terbukanya akses tersebut, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat Desa Bonda diharapkan dapat berjalan lebih lancar serta meningkatkan kesejahteraan warga. *(Dispenad)*
Penulis : Abubakar