Responsive Slideshow Advertisement

Waspada Komplikasi Campak Dapat Mengancam Nyawa

Responsive Slideshow Advertisement

Tangerang – Banyak orang tua yang masih menganggap remeh penyakit campak pada anak dan menyamakannya dengan cacar air atau flu biasa. Padahal, secara medis, campak atau measles adalah infeksi virus serius yang dapat menyerang sistem pertahanan tubuh secara menyeluruh.Dokter Spesialis Anak RS Sari Asih Cipondoh, dr. Yuli Amuntiarini, Sp.A, menyebutkan bahwa campak bukanlah sekadar bintik merah biasa. Jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat, penyakit ini dapat memicu berbagai komplikasi berat yang berdampak jangka panjang, bahkan mengancam nyawa.

*Berikut adalah bahaya komplikasi campak pada anak yang wajib diwaspadai:*

*1. Diare Berat dan Risiko Dehidrasi*
Diare merupakan komplikasi yang paling umum terjadi pada penderita campak. Namun, pada kasus campak, diare yang muncul sering kali bersifat berat dan persisten.
• Risiko: Kehilangan cairan tubuh secara cepat yang menyebabkan dehidrasi.
• Dampak: dr Yuli memperingatkan bahwa jika dehidrasi tidak segera diatasi, fungsi organ tubuh dapat terganggu. Dalam kondisi ekstrem, hal ini dapat berujung pada kematian, terutama pada balita yang memiliki cadangan cairan tubuh lebih sedikit.

*2. Pneumonia (Infeksi Paru-Paru)*
Pneumonia adalah penyebab kematian tersering akibat campak pada anak-anak. Virus campak melemahkan sistem imun secara drastis, sehingga bakteri atau virus lain lebih mudah menyerang saluran pernapasan.
• Gejala: Waspadai jika anak mengalami sesak napas, napas cepat disertai batuk terus menerus.
• Bahaya: Infeksi ini menyebabkan kantung udara di paru-paru meradang dan berisi cairan, sehingga si kecil kesulitan mendapatkan oksigen yang cukup, bahkan pneumonia bisa menyebabkan kegagalan pernafasan pada anak dengan campak.

*3. Ensefalitis (Radang Otak)*
Salah satu komplikasi yang paling ditakuti adalah ensefalitis atau pembengkakan pada otak. Kondisi ini bisa terjadi segera setelah terinfeksi atau muncul beberapa hari kemudian.
• Gejala: Munculnya kejang, penurunan kesadaran, hingga koma.
• Dampak Permanen: Ensefalitis dapat menyebabkan kerusakan otak permanen yang berakibat pada gangguan pendengaran, keterbelakangan mental karena gangguan perkembangan, juga dapat menyebabkan gangguan saraf motorik seumur hidup.

*4. Kebutaan dan Kerusakan Mata*
Campak dapat menyebabkan komplikasi pada mata, mulai dari konjungtivitis (mata merah) hingga keratitis (peradangan kornea).

*Peran Vitamin A:*
Disebutkan dr. Yuli Amuntiarini, Sp.A. bahwa pada anak yang kekurangan vitamin A, komplikasi ini bisa berkembang menjadi luka pada kornea yang memicu kebutaan permanen. Itulah sebabnya pemberian suplemen Vitamin A sangat krusial dalam protokol pengobatan campak. Dapat diberikan sesuai usia nya.

*Mengapa Campak Begitu Berbahaya bagi Sistem Imun?*

Menurutnya. virus campak memiliki kemampuan unik untuk menghapus “memori” sistem kekebalan tubuh atau disebut dengan amnesia imun. Artinya, setelah terkena campak, tubuh anak menjadi jauh lebih rentan terhadap penyakit lain yang sebelumnya sudah pernah di derita atau bahkan yang sudah divaksinasi.

*Langkah Pencegahan*

Melihat besarnya risiko di atas, dr. Yuli menegaskan bahwa campak jelas bukan penyakit yang boleh dibiarkan sembuh sendiri tanpa pengawasan medis. Langkah terbaik untuk melindungi buah hati adalah:
1. Lengkapi Imunisasi: Vaksin MR atau MMR adalah perlindungan paling efektif untuk memutus rantai penularan.
2. Cukupi Nutrisi: Terutama memastikan asupan Vitamin A yang cukup selama masa pertumbuhan dan pengobatan.
3. Segera ke Dokter: Jika anak mengalami gejala demam tinggi disertai mata merah dan ruam merah dikulit maupun sesak nafas.

Segera konsultasikan ke tenaga medis profesional di fasilitas kesehatan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang akurat.

Penulis : Abubakar

Responsive Slideshow Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Responsive Slideshow Advertisement