Responsive Slideshow Advertisement

Akses Jalan dan PJU Terkendala, Warga RW 05 dan TNI Kompak Bangun Lingkungan Secara Swadaya

Responsive Slideshow Advertisement

Kabupaten Tangerang – Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali ditunjukkan oleh warga RW 05 Perumahan Graha Citra, Desa Palasari, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang yang bersama jajaran TNI melaksanakan kerja bakti pada Minggu pagi. Kegiatan ini difokuskan pada perbaikan lingkungan serta upaya swadaya masyarakat dalam menghadirkan penerangan jalan yang hingga kini belum tersentuh pembangunan pemerintah.

Sekitar 200 warga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ketua RW 05, Jufrin, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara masyarakat dan TNI dalam menjawab kebutuhan lingkungan.

“Gotong royong hari ini kami lakukan bersama TNI untuk memperbaiki lingkungan, khususnya penerangan jalan. Jalan di wilayah kami ini belum pernah tersentuh pembangunan pemerintah, sehingga kami berinisiatif bergerak bersama,” ujar Jufrin.

Ia menjelaskan, kondisi jalan sepanjang kurang lebih 1.400 meter masih menjadi persoalan utama bagi warga. Rencana betonisasi yang sebelumnya sempat dibahas bersama pemerintah hingga kini belum terealisasi, lantaran terkendala status lahan yang masih diklaim oleh pihak perusahaan.

“Pemerintah sebenarnya sudah memiliki niat baik, namun karena status jalan masih diklaim oleh pihak perusahaan, pembangunan tidak bisa dilanjutkan. Kami berharap ada solusi agar masyarakat tidak terus dirugikan,” tambahnya.

Selain persoalan jalan, kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi perhatian serius warga. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pengajuan proposal ke kelurahan hingga melalui forum Musrenbang di tingkat kecamatan. Namun hingga saat ini belum ada realisasi.

“Untuk penerangan jalan, kami sudah mengajukan melalui berbagai jalur, termasuk Musrenbang di Kecamatan Legok. Namun sampai sekarang belum juga terealisasi,” jelasnya.

Warga juga mengeluhkan minimnya fasilitas dasar lainnya, seperti akses air bersih. Dengan jumlah penduduk hampir mencapai 4.000 jiwa atau sekitar 1.700 kepala keluarga, kondisi ini dinilai cukup memprihatinkan, terutama bagi warga yang beraktivitas pada malam hari di tengah minimnya penerangan.

Perwakilan TNI dari Yonif TP 942/Arya WangsaKara, Serda Umar Wijaya, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa keterlibatan TNI merupakan bagian dari pengabdian kepada rakyat.

“Kami sangat berterima kasih atas undangan dari warga. TNI berasal dari rakyat, bekerja untuk rakyat, dan kembali untuk rakyat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kebersamaan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Rafali Daeli, menilai kegiatan gotong royong ini menjadi simbol kuat persatuan antara TNI dan masyarakat. Ia juga menyoroti status jalan yang hingga kini belum memiliki kejelasan, meski telah digunakan selama hampir 30 tahun sebagai akses utama perumahan.

“Jalan ini sudah puluhan tahun digunakan sebagai akses utama warga, bahkan menjadi dasar persetujuan kredit perumahan dahulu. Sangat disayangkan jika sampai sekarang tidak bisa diperbaiki hanya karena persoalan administratif,” ungkap Rafali.

Ia menambahkan, kondisi jalan yang rusak berdampak pada lambatnya penanganan keadaan darurat, seperti kebakaran. Selain itu, minimnya penerangan jalan juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan warga.

Melalui kegiatan gotong royong ini, warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pihak perusahaan terkait, agar akses jalan dan fasilitas dasar lainnya dapat segera diperbaiki.

“Harapan kami sederhana, ada perhatian nyata dari pemerintah dan pihak terkait, sehingga warga bisa hidup lebih layak dengan fasilitas yang memadai,” tutup Rafali.

Penulis : Abubakar

Responsive Slideshow Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Responsive Slideshow Advertisement