Tangerang Selatan – Badan Peneliti Independen-Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran RI (BPI-KPNPA) dan DPP Sahabat Jawara Bersatu (SJB) menggelar ‘Diskusi Santai’ bersama Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya) dan Kepolisian Resort (Polres) Kota Tangerang Selatan di Warkop Cagar Alam Grha Raya Kelurahan Parigi Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan pada Jum’at, 06 November 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan Polisi dan dicintai masyarakat yang sesuai dengan instruksi bapak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, S.Ik, SH, M.Si ‘Polisi bersama masyarakat’.
Acara yang dimulai usai sholat Jum’at di Masjid Raya Bani Umar (MRBU) Pondok Aren ini dihadiri Ketua Umum BPI-KPNPA Drs.TB.Rahmad Sukendar, SH, Irbid Irwasda Polda Metro Jaya AKBP Argadija Putra, S.IK, M.Si, Wakapolres Kompol Muchamad Tri Yandi Permana, S.IK, MA, Kapolsek Pondok Aren Kompol Anne Rose Agrippina Putri, S.IK, MM, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Matiin TangseL KH.Ucup Ridwan Saputra, B.Sc, Wakil Ketua Umum DPP-Sahabat Jawara Bersatu (SJB) Ferry Hidayat beserta jajaran pengurus dan anggota SJB Kota TangseL dan Kota Tangerang.
Dalam sambutannya Ketua Umum BPI-KPNPA TB.Rahmad Sukendar mengapresiasi visi ‘Polisi bersama masyarakat’ yang mendekatkan Polisi dan dicintai oleh masyarakat. Hal ini pula sesuai dengan program ‘Asta Cita’ Presiden RI Jenderal Prabowo Subianto. Dengan dukungan penuh ini, maka keberadaan Polisi ditengah masyarakat bisa menjadi solusi terbaik dalam menangani konflik sosial, kriminalitas dan kebutuhan warga. Hadir dalam menciptakan Polisi yang humanis dan cakap dalam pelayanan masyarakat. Diagendakan dalam waktu dekat, BPI-KPNPA akan melaksanakan aksi demo damai di depan Mabes Polri dalam rangka mendukung penuh Polisi dalam penanganan permasalahan negara terutama dalam kasus ‘Penyadapan’ yang melibatkan sejumlah jenderal Polisi yang kini sudah ditahan di Mako Brimob.
Mewakili Kapolda Metro Jaya, Irbid Irwasda Polda Metro Jaya AKBP Argadija Putra menyampaikan program Polisi saat ini yakni melakukan pendekatan dengan masyarakat, pelayanan cepat publik, penegakkan hukum yang berkeadilan, pemeliharaan kabtimas, menghindari pungli dan cepat dalam penanganan tindakan kriminalitas. “Mari bersama kita jaga lingkungan dan tugas kami untuk menguatkan hubungan sosial dengan masyarakat dalam pelayanan dan penanganan” ujar mantan Kapolres Kepulauan Seribu Jakarta ini.
Adapun Wakapolres TangseL, Kompol Muchammad Tri Yandi Permana menyampaikan informasi bahwa masyarakat bisa hubungi nomor 110 dalam pelayanan Polisi. “Meski pulsa nol bisa hubungi 110 gratis yang akan tersambung pada layanan operator kami dan nanti akan dihubungkan dengan area wilayah tujuan” jelas Kompol Tri Yandi.
Hal senada juga diutarakan Kapolsek Pondok Aren, Kompol Anne yang menegaskan bahwa masyarakat jangan ragu dan takut dalam menyampaikan informasi dan kejadian pada Polisi baik secara langsung ataupun bisa menghubungi layanan 110.
Selaku tuan rumah, Wakil Ketua Umum DPP-SJB Ferry Hidayat mengucapkan terimakasih dan mengajak pada seluruh pengurus dan anggota SJB untuk brsynergi dengan pihak kepolisian dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan. Hal tersebut diamini oleh Ketua SJB TangseL, Subrawijaya yang meminta pada semua kader SJB untuk menjalin mitra bersama Polisi setiap waktu. Dengan hal ini, mewujudkan adanya hubungan kuat antara SJB sebagai organisasi religi dan budaya dengan Polisi dalam keamanan dan penertiban masyarakat.
Saat sesi tanya jawab, seorang warga bernama Arya Candrautama menyampaikan keluhannya berupa permasalahan tanah sekian ribu meter yang sudah sekian tahun berjalan belum adanya penanganan maksimal dari Polisi. “Saya berharap dan meminta pada Polisi untuk gerak cepat dalam menangani Mafia Tanah. Saya sudah rugi ratusan juta. Sudah banyak korbannya. Segera dipanggil dan ditangkap si pelaku bernama Yudi. Ganti kerugian kami” ungkap pensiunan Kementrian Luar Negeri ini.
Menyikapi hal ini segera direspon cepat pihak Polres TangseL, selaku Wakapolres Kompol Tri Yandi langsung menghubungi tim penyidik untuk segera melakukan tindakan agar tidak lagi menimbulkan korban berikutnya dan adanya solusi dalam kerugian materil para korban.
Acara yang berakhir jam 16.30 wib ini yang penuh nuansa kekeluargaan ini ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. “Polri bersama masyarakat”.
Penulis : M.Mangunsong