Responsive Slideshow Advertisement

Bukan Sekadar Naik Pangkat, 1.848 Perwira Baru Disiapkan Jadi Penggerak Transformasi Polri

Responsive Slideshow Advertisement

Sukabumi – Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pelantikan 1.848 Perwira Polri lulusan SIP Angkatan ke-55 dan SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-11 Tahun Anggaran 2026 bukan sekadar perubahan pangkat dari bintara menjadi perwira, melainkan bagian dari transformasi besar institusi Polri dalam menjawab tantangan zaman dan harapan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Penutupan Pendidikan dan Pelantikan Perwira Polri di Lapangan Soetadi Ronodipuro, Setukpa Lemdiklat Polri, Sukabumi, Kamis (4/6).

“Pelantikan ini tidak hanya dimaknai sebagai perubahan pangkat dari bintara menjadi perwira. Lebih dari itu, ini merupakan evolusi dan transformasi peran, tanggung jawab, pola pikir, serta sikap dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks,” ujar Wakapolri.

Menurutnya, seorang perwira tidak lagi hanya menjalankan perintah, tetapi menjadi pemimpin dan pengendali di lapangan yang dituntut mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, adaptif, dan solutif.

Wakapolri menjelaskan bahwa Polri ke depan akan menghadapi tantangan lingkungan strategis yang semakin kompleks, baik pada tingkat nasional maupun global. Berbagai dinamika geopolitik internasional, fluktuasi ekonomi global, perkembangan teknologi informasi, hingga tantangan keamanan dalam negeri berpotensi memengaruhi stabilitas kamtibmas nasional.

Di sisi lain, Polri juga menghadapi tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik.

Menurut Wakapolri, berbagai langkah reformasi terus dilakukan Polri sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik. Langkah tersebut antara lain implementasi Program Quick Wins Akselerasi Transformasi Polri, penerapan pedoman Do’s and Don’ts bagi anggota, perubahan paradigma pengamanan aksi unjuk rasa yang lebih humanis, serta penguatan layanan publik berbasis teknologi.

“Polri sedang berproses menjadi institusi yang semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Para perwira baru harus menjadi bagian dari perubahan tersebut,” tegasnya.

Wakapolri juga menyinggung momentum pembahasan Rancangan Undang-Undang Polri yang dinilai sebagai peluang strategis untuk memperkuat landasan hukum, akuntabilitas, serta tata kelola organisasi yang lebih modern dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam amanatnya, Wakapolri menyampaikan empat pesan utama kepada seluruh perwira yang baru dilantik. Pertama, menguasai tugas pokok, fungsi, dan peran sebagai anggota Polri dengan berpedoman pada nilai-nilai Tri Brata dan Catur Prasetya.

Kedua, bijak bermedia sosial di tengah era post-truth, ketika opini dan persepsi sering kali lebih cepat berkembang dibanding fakta. Ketiga, mendukung program prioritas pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Keempat, meningkatkan kepercayaan publik melalui integritas, profesionalisme, keteladanan, dan pendekatan humanis.

“Setiap tindakan anggota Polri akan selalu menjadi perhatian publik. Karena itu, jaga nama baik pribadi dan institusi serta jadilah teladan yang mampu memenangkan hati dan kepercayaan masyarakat,” pesan Wakapolri.

Melalui pelantikan ini, Polri berharap para perwira lulusan SIP Angkatan ke-55 dan SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-11 mampu menjadi pemimpin lapangan yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta menjadi motor penggerak transformasi Polri menuju institusi yang semakin modern dan dipercaya masyarakat.

Penulis : Abubakar

Responsive Slideshow Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Responsive Slideshow Advertisement