KUBU RAYA — Polda Kalbar kembali menggelar aksi kemanusiaan berupa bakti kesehatan dan bakti sosial di tengah bencana kabut asap dan kekeringan. Aksi kemanusiaan kali ini dilakukan di Dusun Beringin, Desa Kalimas, Kubu Raya, pada Kamis (10/9).
Kalimantan Barat merupakan salah satu Provinsi yang mengalami dampak akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah fenomena El-Nino. Kemarau panjang yang melanda dan diprediksi masih akan berlangsung sepanjang bulan September ini menyebabkan berbagai sungai serta sumber air warga mengalami kekeringan total, sehingga memicu krisis air bersih dan ancaman serius bagi lingkungan sekitar.
Dalam bakti kesehatan di tengah permukiman warga ini, tim medis Polda Kalbar menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan umum serta pembagian obat-obatan dan masker secara gratis bagi warga setempat. Sedangkan bakti sosial dilakukan dengan menyalurkan bantuan air bersih untuk mengatasi krisis kekeringan yang menyulitkan warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Bagian Peralatan Biro Logistik Polda Kalbar, AKBP Ayun Kuswanaji, yang memantau langsung jalannya pembagian air bersih di lokasi, menegaskan komitmen institusinya untuk senantiasa mendampingi masyarakat dalam situasi sulit.
“Polda Kalbar selalu hadir di tengah masyarakat untuk membantu warga terdampak kabut asap dan kekeringan. Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, dapat meringankan beban warga yang terdampak bencana,” ujar Ayun di depan awak media.
Di tempat yang sama, Kasubbag Binfung Rumkit Bhayangkara Polda Kalbar, dr. Fujianto, menjelaskan berbagai potensi risiko kesehatan yang mengintai masyarakat di wilayah terdampak. Menurutnya, berbagai dampak yang akan muncul akibat kondisi ini di antaranya adalah gangguan kesehatan akibat polusi udara dan krisis air bersih. Kombinasi kabut asap dan kekurangan air bersih sangat rentan memicu berbagai penyakit, mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, hingga infeksi penyakit kulit.
“Kabut asap dan kekurangan air bersih dapat menyebabkan gangguan kesehatan, di antaranya ISPA, diare, dan penyakit kulit. Harapannya, selama adanya kabut asap dan kekeringan, masyarakat bisa terus sehat dan waspada,” pungkas dr. Fujianto.
Penulis : Abubakar