PALEMBANG, – Dunia otomotif Indonesia memiliki banyak nama besar, namun hanya sedikit yang mampu mempertahankan reputasinya lintas generasi. Salah satunya adalah H. Ishak Yulian Yusuf, SE., MBA, yang lebih akrab disapa Yan Najib. Mantan pembalap asal Sumatera Selatan ini tidak hanya dikenal sebagai jawara lintasan motor cross, slalom, rally, dan off-road, tetapi juga sukses membangun karier sebagai pengusaha serta aktif mengembangkan organisasi otomotif.

Lahir di Bandung pada 11 Mei 1958 dan tumbuh besar di Palembang, Yan Najib mulai menapaki dunia balap sejak usia muda. Berkat disiplin latihan, keberanian, dan semangat pantang menyerah, namanya melesat menjadi salah satu pembalap paling disegani pada era 1980-an hingga awal 2000-an.

Puluhan trofi berhasil dikoleksi dari berbagai kejuaraan bergengsi. Di antaranya Juara Motor Cross HUT RI Sumatera Selatan dan Sriwijaya Raya Auto Rally pada 1978, Juara Grass Track 125 CC Lampung (1981), Juara Umum Motor Cross Pramuka Cup Bangka (1983), hingga Juara Nasional Sprint Off Road Seri IV di Lahat pada 2000.
Prestasinya bahkan menembus level internasional. Pada 1993, Yan Najib berhasil meraih posisi Runner Up Washington Rally Club dan Runner Up Mazda Club Rickay Bridges Rally di Virginia, Amerika Serikat. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembalap asal Sumatera Selatan mampu bersaing di kancah dunia.
Namun, lintasan balap bukan satu-satunya arena yang berhasil ia taklukkan.
Di bidang pendidikan, Yan Najib merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya sebelum melanjutkan studi Master of Business Administration (MBA) di Strayer University, Washington DC, Amerika Serikat. Bekal akademik itu kemudian mengantarkannya meniti karier profesional sebelum akhirnya memilih menjadi wirausahawan.
Kini, ia mengelola sejumlah unit usaha di Kota Palembang, mulai dari SPBU 24-301-03, Mobil Car Care & Bengkel Pass hingga Resto Sop Buntut Sapi Balap di kawasan Jalan Demang Lebar Daun. Kehadiran berbagai usaha tersebut tidak hanya menjadi bukti keberhasilannya bertransformasi dari atlet menjadi pengusaha, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Kontribusinya terhadap dunia otomotif pun tidak berhenti setelah gantung helm. Yan Najib pernah dipercaya sebagai Ketua Harian Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Selatan serta aktif memimpin berbagai organisasi profesi, termasuk Hiswana Migas Kota Palembang. Ia juga menjadi motor penggerak berbagai kejuaraan nasional otomotif yang digelar di Sumatera Selatan.
Di usia yang telah memasuki akhir dekade keenam, semangatnya tidak pernah surut. Hampir setiap pagi ia masih rutin berolahraga di kawasan Kambang Iwak maupun Jakabaring Sport City. Kesederhanaan, keramahan, dan kedekatannya dengan masyarakat membuat sosok Yan Najib tetap dihormati oleh berbagai kalangan.
Bagi pecinta otomotif, nama Yan Najib bukan sekadar catatan sejarah. Ia merupakan simbol sportivitas, disiplin, kerja keras, dan dedikasi yang berhasil mengharumkan nama Sumatera Selatan di tingkat nasional maupun internasional.
Lebih dari dua dekade berlalu sejak masa keemasannya di lintasan balap, namun hingga kini rekam jejak Yan Najib masih dikenang sebagai salah satu legenda otomotif Indonesia. Kisah hidupnya menjadi bukti bahwa seorang juara sejati bukan hanya diukur dari banyaknya trofi yang diraih, tetapi juga dari kontribusi, keteladanan, dan inspirasi yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Red