TANGERANG– Ruangan Rupatama Lantai 6 Polres Metro Tangerang Kota terasa sejuk meski sore menjelang. Sekitar pukul 14.35 WIB, suara hangat penuh silaturahmi mengalir dari pertemuan antara Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si., dengan para tokoh Da’i Kamtibmas yang selama ini menjadi mitra kepolisian dalam menyampaikan pesan-pesan keamanan lewat pendekatan keagamaan. Jumat (1/8/2025)

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Kapolres sebagai pejabat baru untuk mempererat tali kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya. Dipimpin oleh KH. Hasan Basri selaku Ketua Da’i Kamtibmas, pertemuan ini diawali dengan pengenalan para pengurus dan penyampaian program-program dakwah kebangsaan yang rutin digelar di masjid-masjid setiap kecamatan

“Kami rutin menggelar Ta’lim Kebangsaan sebulan sekali di wilayah Polsek. Harapannya, pesan-pesan Kamtibmas dari Polres bisa sampai langsung ke tokoh dan masyarakat lewat dakwah,” ujar KH. Hasan Basri dalam sambutannya.
Rencana ke depan, kegiatan Ta’lim tersebut akan digelar di wilayah Polsek Cipondoh pada 15 Agustus 2025, sekaligus dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI.
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes Buku Rasa Bhayangkara Nusantara, karya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dicetak dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Buku ini diberikan kepada Duta Besar (Dubes) RI Untuk Inggris, Desra Percaya. “Alhamdulillah Mas Dirgayuza telah menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara ke Pak Dubes, (buku) yang diberikan versi cetakan Bahasa Inggris. Semoga bukunya dapat menjadi media diplomasi,” kata Komjen Dedi kepada wartawan, Selasa (20/1/2026). Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengatakan soal gastro diplomacy. “Kuliner menjadi bahasa universal untuk membangun kedekatan, dalam hal ini memperkenalkan budaya dan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” sambung Komjen Dedi. Diberitakan sebelumnya buku Rasa Bhayangkara Nusantara bukan sekadar kumpulan gambar dan menu. Buku ini merupakan catatan tentang bagaimana Polri mengabdi melalui sesuatu yang sederhana namun bermakna. Dalam buku ini, keseharian SPPG Polri dari sebelum matahari terbit hingga MBG diantarkan ke penerima manfaat digambarkan di buku ini. Buku ini dipandang Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai simbol cara baru membangun bangsa melalui perhatian yang nyata. Diketahui pada Kamis (18/12/2025), Polri menyerahkan Buku Menu MBG ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ kepada delegasi Kedutaan Besar Prancis. Penyerahan buku dilakukan saat tim dari Kedubes Prancis mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mabes Polri 1 Pejaten. Komjen Dedi membawa perpaduan pengalaman lapangan dan pemikiran ilmiah dalam pengembangan tata kelola program nasional. Dengan rekam jejak sebagai penulis lebih dari 36 buku dan penerima Rekor MURI sebagai perwira tinggi Polri dengan karya tulis terbanyak, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk menjadikan riset dan pengetahuan sebagai fondasi pengabdian. Sementara itu, Dirgayuza Setiawan menghadirkan perspektif kebijakan dan ketahanan pangan yang memperkuat desain serta narasi buku, sehingga ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ tidak hanya menjadi dokumentasi pengabdian, tetapi juga rujukan strategis dalam mendukung keberlanjutan Program MBGPerwakilan dari unsur Da’i lainnya, termasuk Ustadz Ahmad Rifai dan KH. Abdul Kodir, menyampaikan aspirasi agar peran Da’i Kamtibmas lebih diberdayakan, termasuk dilibatkan dalam kegiatan keagamaan di Polres maupun Polsek, serta mendapat dukungan logistik dan operasional yang memadai.
“Kami punya lebih dari 400 pengurus tingkat Polsek dan 33 tingkat Polres. Dengan sinergi bersama Bhabinkamtibmas, kami siap hadir menangani isu-isu seperti tawuran, judi online, dan pinjaman ilegal yang saat ini marak,” kata Ust. Rifai.
Kapolres Metro Tangerang Kota menyambut baik semua masukan dan langsung memberikan respon yang terbuka dan mendukung.
“Saya sangat bahagia bisa bersilaturahmi dengan para Da’i Kamtibmas. Ini bukan hal baru bagi saya, karena sebelumnya saya menjabat Dirbinmas di Polda Banten, dan sudah biasa bersinergi dengan tokoh agama,” ujar Kombes Pol Jauhari.
Kapolres menyampaikan bahwa pihaknya akan mendukung penuh keberlangsungan program Ta’lim Kebangsaan, termasuk penguatan peran Da’i dalam kegiatan Polres dan Polsek.
“Kalau ada kegiatan, manfaatkan dulu Da’i kita. Tidak perlu undang dari luar. Jumlah kita banyak, potensi besar. Dan ini bisa jadi media dakwah sekaligus pencegahan kejahatan,” lanjutnya.
Kapolres juga menekankan pentingnya penyampaian pesan hukum secara humanis dan berlandaskan nilai agama, terutama untuk kasus-kasus yang menyentuh ranah moral masyarakat.
“Saya yakin Da’i Kamtibmas adalah ahli di bidang hukum agama. Maka mari kita padukan tugas Polri dan dakwah Da’i agar bisa saling memperkuat,” tegasnya.
Menutup audiensi, Kapolres mengajak seluruh elemen untuk bersama menciptakan suasana yang aman, damai, dan bermartabat di wilayah Kota Tangerang, serta menggelar kegiatan menyambut Hari Kemerdekaan dengan meriah dan bermakna.
Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan, tetapi fondasi penguatan peran ulama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, lewat pendekatan dakwah yang merangkul dan mencerahkan.
(Humas Polres Metro Tangerang Kota)
Penulis :Laura