Responsive Slideshow Advertisement

Kapolres Metro Tangerang Kota Jamin Lindungi Masyarakat: Berani Lapor Aksi Premanisme

Responsive Slideshow Advertisement

TITIKINDONESIA.CO.ID

TANGERANG — Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya menggelar Patroli Skala Besar dalam rangka Operasi Berantas Jaya 2025, mengantisipasi aksi premanisme, begal, tawuran, curanmor dan tindak Kejahatan jalanan lainnya di wilayah hukum Polsek Ciledug. pada Sabtu (17/5/2025) malam WIB.  Polisi menjamin perlindungan bagi masyarakat yang berani lapor aksi premanisme.

Polisi berhasil mengamankan 37 terduga pelaku premanisme baik yang dilakukan secara perorangan maupun kelompok tertentu dalam kegiatan patroli skala besar di malam hari di wilayah Ciledug, Larangan dan Karang Tengah.

Kegiatan patroli tersebut menyasar dibeberapa lokasi rawan dan ramai aktivitas masyarakat, sebanyak 137 personil dikerahkan dalam operasi Berantas Jaya 2025 guna mengantisipasi aksi premanisme yang sudah meresahkan masyarakat.

“Patroli dalam mendukung Operasi Berantas Jaya 2025 tersebut akan gencar dan massif dilakukan Polres Metro Tangerang Kota, termasuk memberikan himbauan dan penegasan kepada masyarakat untuk berani lapor polisi terkait aksi premanisme,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho kepada sejumlah wartawan.

Baca Juga
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes Buku Rasa Bhayangkara Nusantara, karya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dicetak dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Buku ini diberikan kepada Duta Besar (Dubes) RI Untuk Inggris, Desra Percaya. “Alhamdulillah Mas Dirgayuza telah menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara ke Pak Dubes, (buku) yang diberikan versi cetakan Bahasa Inggris. Semoga bukunya dapat menjadi media diplomasi,” kata Komjen Dedi kepada wartawan, Selasa (20/1/2026). Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengatakan soal gastro diplomacy. “Kuliner menjadi bahasa universal untuk membangun kedekatan, dalam hal ini memperkenalkan budaya dan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” sambung Komjen Dedi. Diberitakan sebelumnya buku Rasa Bhayangkara Nusantara bukan sekadar kumpulan gambar dan menu. Buku ini merupakan catatan tentang bagaimana Polri mengabdi melalui sesuatu yang sederhana namun bermakna. Dalam buku ini, keseharian SPPG Polri dari sebelum matahari terbit hingga MBG diantarkan ke penerima manfaat digambarkan di buku ini. Buku ini dipandang Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai simbol cara baru membangun bangsa melalui perhatian yang nyata. Diketahui pada Kamis (18/12/2025), Polri menyerahkan Buku Menu MBG ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ kepada delegasi Kedutaan Besar Prancis. Penyerahan buku dilakukan saat tim dari Kedubes Prancis mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mabes Polri 1 Pejaten. Komjen Dedi membawa perpaduan pengalaman lapangan dan pemikiran ilmiah dalam pengembangan tata kelola program nasional. Dengan rekam jejak sebagai penulis lebih dari 36 buku dan penerima Rekor MURI sebagai perwira tinggi Polri dengan karya tulis terbanyak, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk menjadikan riset dan pengetahuan sebagai fondasi pengabdian. Sementara itu, Dirgayuza Setiawan menghadirkan perspektif kebijakan dan ketahanan pangan yang memperkuat desain serta narasi buku, sehingga ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ tidak hanya menjadi dokumentasi pengabdian, tetapi juga rujukan strategis dalam mendukung keberlanjutan Program MBG

“Kemarin, pada kamis, (15/5) telah kita amankan satu dari dua oknum ormas tertentu, karena melakukan pemerasan terhadap penjual teh Solo di sini (Tajur,red) dengan modus uang pembinaan setelah kita menerima pengaduan masayarakat,” ungkap Zain.

Menurutnya, itu adalah bentuk keberanian masyarakat berani lapor aksi premanisme dengan memvideokan dan melaporkan aksi premanisme yang dilakukan oleh salah satu oknum ormas kepada polisi. Pihaknya telah merespon cepat dan langsung menangkap pelaku.

“Dari berani lapor polisi itu, kami (polisi) memiliki bukti untuk merespon cepat setiap aduan yang kami terima. Kami siap melindungi masyarakat yang berani lapor polisi. Masyarakat jangan takut,” ujar Zain.

Ia menambahkan, ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, pengayoman dan pelayanan. Polisi harus hadir dan menjamin keamanan, kenyamanan dan kepastian hukum. Kehadiran Negara melalui Polri untuk masyarakat, Negara tidak boleh kalah dengan aksi premanisme.

“Polres Metro Tangerang kota akan massif, tidak berhenti sampai disini. Termasuk melakukan tindakan preventif, preemtif dan imbauan agar masyarakat tidak takut lapor polisi bila mengetahui atau mengalami aksi premanisme,” tuturnya.

(Humas Polres Metro Tangerang Kota)

 

Penulis : Laura

Responsive Slideshow Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes Buku Rasa Bhayangkara Nusantara, karya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dicetak dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Buku ini diberikan kepada Duta Besar (Dubes) RI Untuk Inggris, Desra Percaya. “Alhamdulillah Mas Dirgayuza telah menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara ke Pak Dubes, (buku) yang diberikan versi cetakan Bahasa Inggris. Semoga bukunya dapat menjadi media diplomasi,” kata Komjen Dedi kepada wartawan, Selasa (20/1/2026). Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengatakan soal gastro diplomacy. “Kuliner menjadi bahasa universal untuk membangun kedekatan, dalam hal ini memperkenalkan budaya dan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” sambung Komjen Dedi. Diberitakan sebelumnya buku Rasa Bhayangkara Nusantara bukan sekadar kumpulan gambar dan menu. Buku ini merupakan catatan tentang bagaimana Polri mengabdi melalui sesuatu yang sederhana namun bermakna. Dalam buku ini, keseharian SPPG Polri dari sebelum matahari terbit hingga MBG diantarkan ke penerima manfaat digambarkan di buku ini. Buku ini dipandang Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai simbol cara baru membangun bangsa melalui perhatian yang nyata. Diketahui pada Kamis (18/12/2025), Polri menyerahkan Buku Menu MBG ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ kepada delegasi Kedutaan Besar Prancis. Penyerahan buku dilakukan saat tim dari Kedubes Prancis mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mabes Polri 1 Pejaten. Komjen Dedi membawa perpaduan pengalaman lapangan dan pemikiran ilmiah dalam pengembangan tata kelola program nasional. Dengan rekam jejak sebagai penulis lebih dari 36 buku dan penerima Rekor MURI sebagai perwira tinggi Polri dengan karya tulis terbanyak, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk menjadikan riset dan pengetahuan sebagai fondasi pengabdian. Sementara itu, Dirgayuza Setiawan menghadirkan perspektif kebijakan dan ketahanan pangan yang memperkuat desain serta narasi buku, sehingga ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ tidak hanya menjadi dokumentasi pengabdian, tetapi juga rujukan strategis dalam mendukung keberlanjutan Program MBG

Responsive Slideshow Advertisement