Jakarta – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan komitmen untuk terus mengawal Asta Cita demi menyejahterakan rakyat dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Kami sebagai salah satu institusi di bawah Kepala Negara memiliki kewajiban untuk menjaga, mengawal,” ujar Listyo dalam acara malam apresiasi dan pisah sambut komisioner Kompolnas periode 2024–2028 di Jakarta, Jumat (8/11) malam.
Asta Cita merupakan delapan misi yang diusung oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Salah satu wujud dukungan tersebut ia tuangkan pada program swasembada pangan, sebagaimana yang termaktub dalam butir kedua Asta Cita.
Listyo mengatakan bahwa saat ini Polri juga menggelorakan program pekarangan pangan sampai dengan pemanfaatan lahan tidur. Program-program tersebut dilaksanakan di semua wilayah di tingkat Polda maupun Polres.
“Termasuk kami memiliki SMK Bhayangkara, itu pun juga kami persiapkan pendidikan vokasi untuk bisa mendukung program-program tersebut,” kata Listyo.
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes Buku Rasa Bhayangkara Nusantara, karya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dicetak dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Buku ini diberikan kepada Duta Besar (Dubes) RI Untuk Inggris, Desra Percaya. “Alhamdulillah Mas Dirgayuza telah menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara ke Pak Dubes, (buku) yang diberikan versi cetakan Bahasa Inggris. Semoga bukunya dapat menjadi media diplomasi,” kata Komjen Dedi kepada wartawan, Selasa (20/1/2026). Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengatakan soal gastro diplomacy. “Kuliner menjadi bahasa universal untuk membangun kedekatan, dalam hal ini memperkenalkan budaya dan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” sambung Komjen Dedi. Diberitakan sebelumnya buku Rasa Bhayangkara Nusantara bukan sekadar kumpulan gambar dan menu. Buku ini merupakan catatan tentang bagaimana Polri mengabdi melalui sesuatu yang sederhana namun bermakna. Dalam buku ini, keseharian SPPG Polri dari sebelum matahari terbit hingga MBG diantarkan ke penerima manfaat digambarkan di buku ini. Buku ini dipandang Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai simbol cara baru membangun bangsa melalui perhatian yang nyata. Diketahui pada Kamis (18/12/2025), Polri menyerahkan Buku Menu MBG ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ kepada delegasi Kedutaan Besar Prancis. Penyerahan buku dilakukan saat tim dari Kedubes Prancis mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mabes Polri 1 Pejaten. Komjen Dedi membawa perpaduan pengalaman lapangan dan pemikiran ilmiah dalam pengembangan tata kelola program nasional. Dengan rekam jejak sebagai penulis lebih dari 36 buku dan penerima Rekor MURI sebagai perwira tinggi Polri dengan karya tulis terbanyak, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk menjadikan riset dan pengetahuan sebagai fondasi pengabdian. Sementara itu, Dirgayuza Setiawan menghadirkan perspektif kebijakan dan ketahanan pangan yang memperkuat desain serta narasi buku, sehingga ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ tidak hanya menjadi dokumentasi pengabdian, tetapi juga rujukan strategis dalam mendukung keberlanjutan Program MBGSelain itu, ia juga menyinggung perihal kebocoran penggunaan keuangan negara, dan hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi institusi Polri.
Ia bertekad untuk melakukan langkah-langkah tegas yang bermuara pada perbaikan penggunaan anggaran, sehingga menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.
“Harapan kita juga dengan melakukan langkah-langkah tersebut, penerimaan negara juga bisa semakin besar,” ucapnya.
Ia meyakini bahwa efisiensi penggunaan anggaran dengan meningkatnya penerimaan negara dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan oleh pemerintah.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat harus terus didorong sehingga Polri betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat.
“Ini bagian dari bentuk pelayanan institusi Polri terhadap masyarakat dengan berbagai bentuk kegiatan, mulai dari polisi RW, kemudian kunjungan Jumat Curhat, Minggu Kasih, terus kita lanjutkan,” kata Listyo.
Penulis : Abubakar