Responsive Slideshow Advertisement

Kapolsek Ciputat Timur Gelar Subuh Keliling, Serukan Jaga Keamanan Dan Keimanan Di Bulan Ramadhan

Responsive Slideshow Advertisement

Tangerang Selatan – 7 Maret 2025 Dalam rangka menjaga kondusivitas selama bulan suci Ramadhan 1446 H, Kapolsek Ciputat dan Ciputat Timur, Kompol H. Bambang Askar Sodiq, menggelar kegiatan Subuh Keliling di Masjid Assalaam, Pondok Ranji. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem keamanan dan keimanan masyarakat, sekaligus memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai ajang introspeksi dan peningkatan ibadah.

Dalam tausiyahnya, Kapolsek menekankan pentingnya memanfaatkan bulan Ramadhan dengan memperbanyak ibadah, kebaikan, dan kemanfaatan bagi umat. Ia juga mengingatkan agar masyarakat menghindari berbagai bentuk mudharat yang dapat merusak suasana khusyuk bulan suci ini.

Salah satu fokus utama dalam tausiyah tersebut adalah larangan keras terhadap tawuran, yang belakangan sering terjadi dalam kemasan “sahur on the road” maupun “sahur on the ride”. Ia juga menyoroti aksi balap liar dan “perang sarung” yang kerap berujung pada tindak kekerasan. “Bulan Ramadhan seharusnya menjadi ajang mempererat silaturahmi, bukan malah menciptakan permusuhan dan keributan,” tegasnya.

Selain itu, Kapolsek juga menyoroti maraknya judi online dan pinjaman online ilegal, yang menjadi faktor utama meningkatnya kasus bunuh diri di masyarakat. Ia mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan teknologi dan selalu mencari solusi keuangan yang lebih sehat.

Sebagai alternatif positif, ia mengajak anak-anak muda untuk lebih banyak menghabiskan waktu di majelis dan tempat ibadah, guna memperdalam ilmu agama serta menjauhi perilaku negatif. “Tempat terbaik bagi para remaja di bulan Ramadhan adalah masjid dan majelis ilmu. Ini adalah kesempatan emas untuk memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan,” tambahnya.

Kegiatan Subuh Keliling ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan jamaah Masjid Assalaam, yang turut hadir dalam rangkaian ibadah subuh berjamaah. Ketua DKM Masjid Assalaam, Bapak Arifin, serta Imam Masjid, Ustadz Fuad, menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan guna membangun sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat.

Baca Juga
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes Buku Rasa Bhayangkara Nusantara, karya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dicetak dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Buku ini diberikan kepada Duta Besar (Dubes) RI Untuk Inggris, Desra Percaya. “Alhamdulillah Mas Dirgayuza telah menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara ke Pak Dubes, (buku) yang diberikan versi cetakan Bahasa Inggris. Semoga bukunya dapat menjadi media diplomasi,” kata Komjen Dedi kepada wartawan, Selasa (20/1/2026). Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengatakan soal gastro diplomacy. “Kuliner menjadi bahasa universal untuk membangun kedekatan, dalam hal ini memperkenalkan budaya dan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” sambung Komjen Dedi. Diberitakan sebelumnya buku Rasa Bhayangkara Nusantara bukan sekadar kumpulan gambar dan menu. Buku ini merupakan catatan tentang bagaimana Polri mengabdi melalui sesuatu yang sederhana namun bermakna. Dalam buku ini, keseharian SPPG Polri dari sebelum matahari terbit hingga MBG diantarkan ke penerima manfaat digambarkan di buku ini. Buku ini dipandang Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai simbol cara baru membangun bangsa melalui perhatian yang nyata. Diketahui pada Kamis (18/12/2025), Polri menyerahkan Buku Menu MBG ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ kepada delegasi Kedutaan Besar Prancis. Penyerahan buku dilakukan saat tim dari Kedubes Prancis mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mabes Polri 1 Pejaten. Komjen Dedi membawa perpaduan pengalaman lapangan dan pemikiran ilmiah dalam pengembangan tata kelola program nasional. Dengan rekam jejak sebagai penulis lebih dari 36 buku dan penerima Rekor MURI sebagai perwira tinggi Polri dengan karya tulis terbanyak, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk menjadikan riset dan pengetahuan sebagai fondasi pengabdian. Sementara itu, Dirgayuza Setiawan menghadirkan perspektif kebijakan dan ketahanan pangan yang memperkuat desain serta narasi buku, sehingga ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ tidak hanya menjadi dokumentasi pengabdian, tetapi juga rujukan strategis dalam mendukung keberlanjutan Program MBG

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan bulan Ramadhan tidak hanya menjadi momentum ibadah pribadi, tetapi juga ajang membangun lingkungan yang lebih aman, damai, dan penuh keberkahan bagi seluruh umat Islam.

 

Penulis :Laura

Responsive Slideshow Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes Buku Rasa Bhayangkara Nusantara, karya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dicetak dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Buku ini diberikan kepada Duta Besar (Dubes) RI Untuk Inggris, Desra Percaya. “Alhamdulillah Mas Dirgayuza telah menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara ke Pak Dubes, (buku) yang diberikan versi cetakan Bahasa Inggris. Semoga bukunya dapat menjadi media diplomasi,” kata Komjen Dedi kepada wartawan, Selasa (20/1/2026). Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengatakan soal gastro diplomacy. “Kuliner menjadi bahasa universal untuk membangun kedekatan, dalam hal ini memperkenalkan budaya dan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” sambung Komjen Dedi. Diberitakan sebelumnya buku Rasa Bhayangkara Nusantara bukan sekadar kumpulan gambar dan menu. Buku ini merupakan catatan tentang bagaimana Polri mengabdi melalui sesuatu yang sederhana namun bermakna. Dalam buku ini, keseharian SPPG Polri dari sebelum matahari terbit hingga MBG diantarkan ke penerima manfaat digambarkan di buku ini. Buku ini dipandang Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai simbol cara baru membangun bangsa melalui perhatian yang nyata. Diketahui pada Kamis (18/12/2025), Polri menyerahkan Buku Menu MBG ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ kepada delegasi Kedutaan Besar Prancis. Penyerahan buku dilakukan saat tim dari Kedubes Prancis mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mabes Polri 1 Pejaten. Komjen Dedi membawa perpaduan pengalaman lapangan dan pemikiran ilmiah dalam pengembangan tata kelola program nasional. Dengan rekam jejak sebagai penulis lebih dari 36 buku dan penerima Rekor MURI sebagai perwira tinggi Polri dengan karya tulis terbanyak, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk menjadikan riset dan pengetahuan sebagai fondasi pengabdian. Sementara itu, Dirgayuza Setiawan menghadirkan perspektif kebijakan dan ketahanan pangan yang memperkuat desain serta narasi buku, sehingga ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ tidak hanya menjadi dokumentasi pengabdian, tetapi juga rujukan strategis dalam mendukung keberlanjutan Program MBG

Responsive Slideshow Advertisement