Jakarta – Polda Metro Jaya menggelar patroli skala besar di sejumlah titik ibu kota pada Minggu (14/9/2025) sore. Sebanyak 176 personel gabungan Polda Metro Jaya diturunkan, terbagi dalam dua rayon dengan rute berbeda.
Panit Patko Ditsamapta Polda Metro Jaya, Iptu Muammin, mengatakan patroli ini bukan hanya soal menjaga keamanan, tapi juga mendekatkan polisi dengan masyarakat.
“Tujuan patroli ini untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat. Sampai saat ini tidak ada kejadian menonjol yang ditemukan. Dalam pelaksanaannya, kami mengedepankan pendekatan humanis, agar warga merasa nyaman dengan kehadiran polisi,” ujarnya.
Adapun rute patroli dibagi menjadi dua. Rayon pertama menyisir kawasan Otista Raya, Matraman, Pramuka, hingga Pelabuhan dan kembali ke Mako Polda Metro Jaya. Sementara rayon kedua bergerak lewat Semanggi, Sudirman, Mabes Polri, Ragunan, TB Simatupang, Pasar Minggu Raya, lalu kembali ke Mako Polda Metro Jaya.
Masing-masing rayon diperkuat 88 personel gabungan dari Brimob, Dalmas, Sabhara, hingga Reskrim.
Dengan pola patroli yang terukur dan humanis ini, Polda Metro Jaya berharap masyarakat bisa merasakan langsung kehadiran polisi di tengah aktivitas mereka.
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes Buku Rasa Bhayangkara Nusantara, karya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dicetak dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Buku ini diberikan kepada Duta Besar (Dubes) RI Untuk Inggris, Desra Percaya. “Alhamdulillah Mas Dirgayuza telah menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara ke Pak Dubes, (buku) yang diberikan versi cetakan Bahasa Inggris. Semoga bukunya dapat menjadi media diplomasi,” kata Komjen Dedi kepada wartawan, Selasa (20/1/2026). Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengatakan soal gastro diplomacy. “Kuliner menjadi bahasa universal untuk membangun kedekatan, dalam hal ini memperkenalkan budaya dan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” sambung Komjen Dedi. Diberitakan sebelumnya buku Rasa Bhayangkara Nusantara bukan sekadar kumpulan gambar dan menu. Buku ini merupakan catatan tentang bagaimana Polri mengabdi melalui sesuatu yang sederhana namun bermakna. Dalam buku ini, keseharian SPPG Polri dari sebelum matahari terbit hingga MBG diantarkan ke penerima manfaat digambarkan di buku ini. Buku ini dipandang Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai simbol cara baru membangun bangsa melalui perhatian yang nyata. Diketahui pada Kamis (18/12/2025), Polri menyerahkan Buku Menu MBG ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ kepada delegasi Kedutaan Besar Prancis. Penyerahan buku dilakukan saat tim dari Kedubes Prancis mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mabes Polri 1 Pejaten. Komjen Dedi membawa perpaduan pengalaman lapangan dan pemikiran ilmiah dalam pengembangan tata kelola program nasional. Dengan rekam jejak sebagai penulis lebih dari 36 buku dan penerima Rekor MURI sebagai perwira tinggi Polri dengan karya tulis terbanyak, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk menjadikan riset dan pengetahuan sebagai fondasi pengabdian. Sementara itu, Dirgayuza Setiawan menghadirkan perspektif kebijakan dan ketahanan pangan yang memperkuat desain serta narasi buku, sehingga ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ tidak hanya menjadi dokumentasi pengabdian, tetapi juga rujukan strategis dalam mendukung keberlanjutan Program MBGPenulis : Abubakar