Responsive Slideshow Advertisement

Pelatihan ASN, Maryono: Dorong Pelayanan Publik Kian Prima 

Responsive Slideshow Advertisement

Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong peningkatan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari upaya mewujudkan reformasi birokrasi yang lebih profesional, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Hal itu disampaikan Maryono saat membuka secara resmi Pelatihan Diagnosa Organisasi yang diselenggarakan oleh BKPSDM Kota Tangerang di Graha Bhakti Karya, Modernland. Pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai perangkat daerah.

Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, menekankan pentingnya pengembangan kompetensi manajerial, khususnya kemampuan kepemimpinan bagi setiap pegawai.

“Banyak pegawai memiliki potensi besar dengan latar belakang pendidikan dan prestasi yang berbeda-beda, tapi secara umum ada satu hal yang perlu diperkuat yaitu kemampuan manajerial dan kepemimpinan. Di sinilah pentingnya pelatihan dan sistem manajemen talenta. Ketika setiap pegawai memiliki kepemimpinan dan kemampuan manajerial yang baik, ditempatkan di dinas mana pun tetap bisa berjalan lancar,” jelas Maryono, di Graha Bhakti Karya, Modernland, Selasa (16/09/2025).

Maryono, juga menambahkan, kemampuan diagnosa organisasi menjadi kunci bagi ASN untuk mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan di unit kerjanya. Dengan pemahaman ini, pelayanan publik dapat berjalan lebih dinamis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kemampuan mendiagnosa organisasi secara sistematis membantu pegawai memahami kondisi unit kerja mereka secara menyeluruh. Dari situ, langkah strategis bisa diambil untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan,” lanjutnya.

Baca Juga
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes Buku Rasa Bhayangkara Nusantara, karya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dicetak dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Buku ini diberikan kepada Duta Besar (Dubes) RI Untuk Inggris, Desra Percaya. “Alhamdulillah Mas Dirgayuza telah menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara ke Pak Dubes, (buku) yang diberikan versi cetakan Bahasa Inggris. Semoga bukunya dapat menjadi media diplomasi,” kata Komjen Dedi kepada wartawan, Selasa (20/1/2026). Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengatakan soal gastro diplomacy. “Kuliner menjadi bahasa universal untuk membangun kedekatan, dalam hal ini memperkenalkan budaya dan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” sambung Komjen Dedi. Diberitakan sebelumnya buku Rasa Bhayangkara Nusantara bukan sekadar kumpulan gambar dan menu. Buku ini merupakan catatan tentang bagaimana Polri mengabdi melalui sesuatu yang sederhana namun bermakna. Dalam buku ini, keseharian SPPG Polri dari sebelum matahari terbit hingga MBG diantarkan ke penerima manfaat digambarkan di buku ini. Buku ini dipandang Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai simbol cara baru membangun bangsa melalui perhatian yang nyata. Diketahui pada Kamis (18/12/2025), Polri menyerahkan Buku Menu MBG ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ kepada delegasi Kedutaan Besar Prancis. Penyerahan buku dilakukan saat tim dari Kedubes Prancis mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mabes Polri 1 Pejaten. Komjen Dedi membawa perpaduan pengalaman lapangan dan pemikiran ilmiah dalam pengembangan tata kelola program nasional. Dengan rekam jejak sebagai penulis lebih dari 36 buku dan penerima Rekor MURI sebagai perwira tinggi Polri dengan karya tulis terbanyak, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk menjadikan riset dan pengetahuan sebagai fondasi pengabdian. Sementara itu, Dirgayuza Setiawan menghadirkan perspektif kebijakan dan ketahanan pangan yang memperkuat desain serta narasi buku, sehingga ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ tidak hanya menjadi dokumentasi pengabdian, tetapi juga rujukan strategis dalam mendukung keberlanjutan Program MBG

Pelatihan ini, lanjut Wakil Wali Kota Tangerang, dirancang untuk memperkuat kapasitas ASN dalam melakukan evaluasi dan transformasi organisasi. Dengan begitu, reformasi birokrasi dapat berjalan lebih efektif, dan inovasi yang dihasilkan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Melalui pelatihan ini, ASN diharapkan mampu melakukan evaluasi, mendorong transformasi organisasi, dan melahirkan inovasi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Inilah esensi dari reformasi birokrasi,” urai Maryono.

Di akhir sambutannya, Maryono menekankan pentingnya setiap langkah perubahan tetap berlandaskan integritas dan nilai BerAKHLAK.

“Mari kita terus menjunjung tinggi integritas dan akhlak mulia. Membawa perubahan tidak boleh mengorbankan integritas. ASN harus adaptif, inovatif, dan tetap BerAKHLAK,” pungkasnya.

Penulis  : Abubakar

Responsive Slideshow Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes Buku Rasa Bhayangkara Nusantara, karya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dicetak dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Buku ini diberikan kepada Duta Besar (Dubes) RI Untuk Inggris, Desra Percaya. “Alhamdulillah Mas Dirgayuza telah menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara ke Pak Dubes, (buku) yang diberikan versi cetakan Bahasa Inggris. Semoga bukunya dapat menjadi media diplomasi,” kata Komjen Dedi kepada wartawan, Selasa (20/1/2026). Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengatakan soal gastro diplomacy. “Kuliner menjadi bahasa universal untuk membangun kedekatan, dalam hal ini memperkenalkan budaya dan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” sambung Komjen Dedi. Diberitakan sebelumnya buku Rasa Bhayangkara Nusantara bukan sekadar kumpulan gambar dan menu. Buku ini merupakan catatan tentang bagaimana Polri mengabdi melalui sesuatu yang sederhana namun bermakna. Dalam buku ini, keseharian SPPG Polri dari sebelum matahari terbit hingga MBG diantarkan ke penerima manfaat digambarkan di buku ini. Buku ini dipandang Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai simbol cara baru membangun bangsa melalui perhatian yang nyata. Diketahui pada Kamis (18/12/2025), Polri menyerahkan Buku Menu MBG ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ kepada delegasi Kedutaan Besar Prancis. Penyerahan buku dilakukan saat tim dari Kedubes Prancis mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mabes Polri 1 Pejaten. Komjen Dedi membawa perpaduan pengalaman lapangan dan pemikiran ilmiah dalam pengembangan tata kelola program nasional. Dengan rekam jejak sebagai penulis lebih dari 36 buku dan penerima Rekor MURI sebagai perwira tinggi Polri dengan karya tulis terbanyak, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk menjadikan riset dan pengetahuan sebagai fondasi pengabdian. Sementara itu, Dirgayuza Setiawan menghadirkan perspektif kebijakan dan ketahanan pangan yang memperkuat desain serta narasi buku, sehingga ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ tidak hanya menjadi dokumentasi pengabdian, tetapi juga rujukan strategis dalam mendukung keberlanjutan Program MBG

Responsive Slideshow Advertisement