Responsive Slideshow Advertisement

Penemuan Mayat Di Atas Plafon Gudang Gegerkan Pabrik Di Pulomas, Polisi Bertindak Cepat

Responsive Slideshow Advertisement

JAKARTA– Suasana di kawasan industri Pulomas mendadak geger setelah ditemukannya sesosok mayat pria di atas plafon sebuah gudang yang juga difungsikan sebagai musholla di lingkungan PT. Tunggal Sila Farma, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

Mayat tersebut belakangan diketahui adalah Rastono (37), seorang teknisi perusahaan yang telah dilaporkan tidak masuk kerja sejak hari sebelumnya.

Peristiwa ini pertama kali terkuak pada Selasa, 29 Juli 2025, sekitar pukul 15.30 WIB. Salah seorang karyawan mendapat laporan dari rekan kerjanya mengenai bau menyengat seperti bangkai yang tercium dari area plafon musholla.

Setelah dicek bersama petugas keamanan, mereka menemukan sesosok mayat dalam posisi terlentang dengan wajah menghitam, mengenakan kaos kuning dan celana panjang biru.

Penemuan ini langsung dilaporkan ke pihak keamanan perusahaan dan diteruskan ke Polsek Pulogadung.

Petugas gabungan dari Polsek Pulogadung bersama tim identifikasi Polres Metro Jakarta Timur, Sie dokkes, dan SPKT segera tiba di lokasi.

Baca Juga
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes Buku Rasa Bhayangkara Nusantara, karya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dicetak dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Buku ini diberikan kepada Duta Besar (Dubes) RI Untuk Inggris, Desra Percaya. “Alhamdulillah Mas Dirgayuza telah menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara ke Pak Dubes, (buku) yang diberikan versi cetakan Bahasa Inggris. Semoga bukunya dapat menjadi media diplomasi,” kata Komjen Dedi kepada wartawan, Selasa (20/1/2026). Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengatakan soal gastro diplomacy. “Kuliner menjadi bahasa universal untuk membangun kedekatan, dalam hal ini memperkenalkan budaya dan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” sambung Komjen Dedi. Diberitakan sebelumnya buku Rasa Bhayangkara Nusantara bukan sekadar kumpulan gambar dan menu. Buku ini merupakan catatan tentang bagaimana Polri mengabdi melalui sesuatu yang sederhana namun bermakna. Dalam buku ini, keseharian SPPG Polri dari sebelum matahari terbit hingga MBG diantarkan ke penerima manfaat digambarkan di buku ini. Buku ini dipandang Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai simbol cara baru membangun bangsa melalui perhatian yang nyata. Diketahui pada Kamis (18/12/2025), Polri menyerahkan Buku Menu MBG ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ kepada delegasi Kedutaan Besar Prancis. Penyerahan buku dilakukan saat tim dari Kedubes Prancis mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mabes Polri 1 Pejaten. Komjen Dedi membawa perpaduan pengalaman lapangan dan pemikiran ilmiah dalam pengembangan tata kelola program nasional. Dengan rekam jejak sebagai penulis lebih dari 36 buku dan penerima Rekor MURI sebagai perwira tinggi Polri dengan karya tulis terbanyak, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk menjadikan riset dan pengetahuan sebagai fondasi pengabdian. Sementara itu, Dirgayuza Setiawan menghadirkan perspektif kebijakan dan ketahanan pangan yang memperkuat desain serta narasi buku, sehingga ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ tidak hanya menjadi dokumentasi pengabdian, tetapi juga rujukan strategis dalam mendukung keberlanjutan Program MBG

Mayat korban kemudian diturunkan, dan berdasarkan pengakuan salah seorang rekan kerja, jenazah tersebut diyakini sebagai Rastono, yang terakhir kali terlihat pada Sabtu, 26 Juli 2025, saat tengah memperbaiki pompa air di area perusahaan.

Saat ditemukan, kaki kanan korban dalam kondisi terlilit kabel listrik, menimbulkan dugaan adanya unsur kelalaian atau kejadian teknis yang berujung fatal.

Kapolsek Pulogadung, Kompol Suroto, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah cepat dalam penanganan kasus ini.

“Kami langsung turun ke lokasi bersama tim gabungan untuk melakukan olah TKP, meminta keterangan para saksi, serta membawa jenazah ke RS Polri Kramat Jati guna dilakukan visum dan autopsi. Langkah ini penting untuk memastikan penyebab kematian korban secara medis dan hukum,” ujar Kompol Suroto.

Ia juga menegaskan bahwa proses penyelidikan akan terus dilanjutkan, termasuk memeriksa saksi-saksi tambahan dan mengkaji ulang sistem keselamatan kerja di lokasi kejadian.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh perusahaan, terutama yang bergerak di sektor industri dan manufaktur, untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja dan fasilitas penunjang bagi para karyawan.

Selain itu, masyarakat diminta tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait peristiwa ini.

“Kami minta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian. Segala bentuk informasi akan kami sampaikan secara terbuka setelah hasil penyelidikan lengkap. Mari bersama kita ciptakan lingkungan kerja yang aman dan manusiawi,” tambah Kapolsek.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga memastikan bahwa setiap peristiwa, termasuk yang menyangkut keselamatan jiwa, ditangani secara profesional, transparan, dan empatik.

RED

Responsive Slideshow Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes Buku Rasa Bhayangkara Nusantara, karya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dicetak dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Buku ini diberikan kepada Duta Besar (Dubes) RI Untuk Inggris, Desra Percaya. “Alhamdulillah Mas Dirgayuza telah menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara ke Pak Dubes, (buku) yang diberikan versi cetakan Bahasa Inggris. Semoga bukunya dapat menjadi media diplomasi,” kata Komjen Dedi kepada wartawan, Selasa (20/1/2026). Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengatakan soal gastro diplomacy. “Kuliner menjadi bahasa universal untuk membangun kedekatan, dalam hal ini memperkenalkan budaya dan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” sambung Komjen Dedi. Diberitakan sebelumnya buku Rasa Bhayangkara Nusantara bukan sekadar kumpulan gambar dan menu. Buku ini merupakan catatan tentang bagaimana Polri mengabdi melalui sesuatu yang sederhana namun bermakna. Dalam buku ini, keseharian SPPG Polri dari sebelum matahari terbit hingga MBG diantarkan ke penerima manfaat digambarkan di buku ini. Buku ini dipandang Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai simbol cara baru membangun bangsa melalui perhatian yang nyata. Diketahui pada Kamis (18/12/2025), Polri menyerahkan Buku Menu MBG ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ kepada delegasi Kedutaan Besar Prancis. Penyerahan buku dilakukan saat tim dari Kedubes Prancis mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mabes Polri 1 Pejaten. Komjen Dedi membawa perpaduan pengalaman lapangan dan pemikiran ilmiah dalam pengembangan tata kelola program nasional. Dengan rekam jejak sebagai penulis lebih dari 36 buku dan penerima Rekor MURI sebagai perwira tinggi Polri dengan karya tulis terbanyak, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk menjadikan riset dan pengetahuan sebagai fondasi pengabdian. Sementara itu, Dirgayuza Setiawan menghadirkan perspektif kebijakan dan ketahanan pangan yang memperkuat desain serta narasi buku, sehingga ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ tidak hanya menjadi dokumentasi pengabdian, tetapi juga rujukan strategis dalam mendukung keberlanjutan Program MBG

Responsive Slideshow Advertisement