TANGERANG- Inisiatif Pemerintah Kota Tangerang dalam mewujudkan kualitas udara dan lingkungan yang lebih baik mendapat apresiasi langsung dari Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, saat berkunjung ke Kota Tangerang, Sabtu (09/08/2025).
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum peresmian Satgas Langit Biru dan peluncuran Gerakan Kembalikan Langit Biru Kita yang melibatkan unsur perangkat daerah, lembaga, TNI, Polri, dunia usaha, dunia industri, media, dan para pegiat lingkungan di Kota Tangerang.
“Ini yang pertama dan perdana di Jabodetabek. Kota Tangerang menjadi daerah pertama yang memulai. Maka saya, selaku Menteri Lingkungan Hidup, siap mendukung penuh gerakan Satgas ini demi terwujudnya lingkungan hidup yang baik bagi masyarakat, khususnya di Kota Tangerang,” ungkap Hanif.
Menteri LH mengungkapkan, kualitas udara di wilayah Jabodetabek dalam lima hingga enam tahun terakhir masuk kategori tidak bersih. Namun, dengan tekad dan komitmen yang kuat, Kota Tangerang menjadi pionir yang berani bergerak mengembalikan kualitas udara yang sehat di wilayahnya.
“Saya harap langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Jabodetabek, sehingga upaya mewujudkan lingkungan bersih dan sehat untuk anak cucu kita dapat berlangsung secara berkesinambungan. Saya apresiasi dan dukung penuh komitmen Pak Wali Kota beserta jajaran, forkopimda, dan seluruh lembaga yang terlibat,” tambah Hanif.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menegaskan, deklarasi Satgas Langit Biru menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam mengembalikan kebersihan udara serta mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes Buku Rasa Bhayangkara Nusantara, karya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dicetak dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Buku ini diberikan kepada Duta Besar (Dubes) RI Untuk Inggris, Desra Percaya. “Alhamdulillah Mas Dirgayuza telah menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara ke Pak Dubes, (buku) yang diberikan versi cetakan Bahasa Inggris. Semoga bukunya dapat menjadi media diplomasi,” kata Komjen Dedi kepada wartawan, Selasa (20/1/2026). Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengatakan soal gastro diplomacy. “Kuliner menjadi bahasa universal untuk membangun kedekatan, dalam hal ini memperkenalkan budaya dan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” sambung Komjen Dedi. Diberitakan sebelumnya buku Rasa Bhayangkara Nusantara bukan sekadar kumpulan gambar dan menu. Buku ini merupakan catatan tentang bagaimana Polri mengabdi melalui sesuatu yang sederhana namun bermakna. Dalam buku ini, keseharian SPPG Polri dari sebelum matahari terbit hingga MBG diantarkan ke penerima manfaat digambarkan di buku ini. Buku ini dipandang Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai simbol cara baru membangun bangsa melalui perhatian yang nyata. Diketahui pada Kamis (18/12/2025), Polri menyerahkan Buku Menu MBG ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ kepada delegasi Kedutaan Besar Prancis. Penyerahan buku dilakukan saat tim dari Kedubes Prancis mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mabes Polri 1 Pejaten. Komjen Dedi membawa perpaduan pengalaman lapangan dan pemikiran ilmiah dalam pengembangan tata kelola program nasional. Dengan rekam jejak sebagai penulis lebih dari 36 buku dan penerima Rekor MURI sebagai perwira tinggi Polri dengan karya tulis terbanyak, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk menjadikan riset dan pengetahuan sebagai fondasi pengabdian. Sementara itu, Dirgayuza Setiawan menghadirkan perspektif kebijakan dan ketahanan pangan yang memperkuat desain serta narasi buku, sehingga ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ tidak hanya menjadi dokumentasi pengabdian, tetapi juga rujukan strategis dalam mendukung keberlanjutan Program MBG“Udara dan lingkungan yang bersih adalah hak semua warga. Maka ini adalah upaya kolektif untuk memenuhi hak tersebut,” ujar Sachrudin.
Menurutnya, komitmen bersama ini akan menjadi modal utama dan ujung tombak pengendalian pencemaran udara demi terwujudnya Kota Tangerang yang bersih dan sehat.
“Kami bersama seluruh elemen masyarakat akan terus bergerak dan menjaga kebersihan lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Red