Jakarta – Polda Metro Jaya menggelar patroli malam dalam rangka Operasi Aman Nusa pada Minggu (14/9/2025) malam. Sebanyak 78 personel gabungan dari berbagai satuan kerja dikerahkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Ibu Kota.
Kabagwassidik Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Dr. Apollo Sinambela, M.Si, mengatakan patroli ini digelar untuk memberikan rasa aman sekaligus menunjukkan kehadiran aparat di tengah masyarakat.
“Tujuan utamanya adalah untuk menjamin kenyamanan masyarakat di Ibu Kota. Patroli ini juga untuk menunjukkan bahwa aparat selalu ada di tengah masyarakat, sehingga warga benar-benar merasa nyaman dan keamanan bisa terjaga,” ujar Apollo kepada wartawan.
Adapun rute patroli dimulai dari Polda Metro Jaya, lalu bergerak ke kawasan Sudirman, Pulau Mas, TB Simatupang, Pasar Minggu, Pancoran, dan kembali lagi ke Mako. Namun, rute tersebut bersifat dinamis dan bisa berubah sesuai kondisi lapangan.
Apollo menekankan patroli malam ini dilakukan dengan pendekatan dialogis. Polisi akan memberikan imbauan secara humanis bila menemukan adanya kerumunan masyarakat.
“Intinya, patroli ini untuk menghadirkan polisi di tengah masyarakat, menjaga Jakarta agar tetap aman dan nyaman bagi semua,” tegasnya.
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes Buku Rasa Bhayangkara Nusantara, karya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dicetak dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Buku ini diberikan kepada Duta Besar (Dubes) RI Untuk Inggris, Desra Percaya. “Alhamdulillah Mas Dirgayuza telah menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara ke Pak Dubes, (buku) yang diberikan versi cetakan Bahasa Inggris. Semoga bukunya dapat menjadi media diplomasi,” kata Komjen Dedi kepada wartawan, Selasa (20/1/2026). Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengatakan soal gastro diplomacy. “Kuliner menjadi bahasa universal untuk membangun kedekatan, dalam hal ini memperkenalkan budaya dan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” sambung Komjen Dedi. Diberitakan sebelumnya buku Rasa Bhayangkara Nusantara bukan sekadar kumpulan gambar dan menu. Buku ini merupakan catatan tentang bagaimana Polri mengabdi melalui sesuatu yang sederhana namun bermakna. Dalam buku ini, keseharian SPPG Polri dari sebelum matahari terbit hingga MBG diantarkan ke penerima manfaat digambarkan di buku ini. Buku ini dipandang Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai simbol cara baru membangun bangsa melalui perhatian yang nyata. Diketahui pada Kamis (18/12/2025), Polri menyerahkan Buku Menu MBG ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ kepada delegasi Kedutaan Besar Prancis. Penyerahan buku dilakukan saat tim dari Kedubes Prancis mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mabes Polri 1 Pejaten. Komjen Dedi membawa perpaduan pengalaman lapangan dan pemikiran ilmiah dalam pengembangan tata kelola program nasional. Dengan rekam jejak sebagai penulis lebih dari 36 buku dan penerima Rekor MURI sebagai perwira tinggi Polri dengan karya tulis terbanyak, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk menjadikan riset dan pengetahuan sebagai fondasi pengabdian. Sementara itu, Dirgayuza Setiawan menghadirkan perspektif kebijakan dan ketahanan pangan yang memperkuat desain serta narasi buku, sehingga ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ tidak hanya menjadi dokumentasi pengabdian, tetapi juga rujukan strategis dalam mendukung keberlanjutan Program MBGPenulis : Abubakar