Responsive Slideshow Advertisement

Tampil di Kompetisi Paduan Suara Internasional, Svara Bhayangkara Polri Masuk 5 besar Dan Raih Impresive Stage Performance

Responsive Slideshow Advertisement

Jakarta – Svara Bhayangkara Polri berhasil masuk lima besar dalam Kompetisi Paduan Suara International Soegijapranata ketiga yang rangkaian kegiatannya berlangsung dari tanggal 13 hingga 17 November 2024 di Semarang, Jawa Tengah.

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan selamat atas prestasi yang diraih Paduan Suara Polri di kompetisi ini.

“Saya ucapkan selamat atas keberhasilan rekan-rekan Svara Bhayangkara. Saya sangat mengapresiasi kerja keras rekan-rekan dalam mengharumkan nama Polri melalui pentas seni, apalagi ini levelnya internasional,” Ujar Irjen Pol Dedi Prasetyo.

Svara Bhayangkara meraih *Best 5 Gold B* Medal dengan nilai 83.63 pada kategori Foklore. Selain itu Svara Bhayangkara juga mendapatkan Special Juri Award untuk “Impressive Stage Performance” dari keseluruhan 73 peserta.

Paur Subbagmutbata Bagmutjab Robinkar SSDM Polri Kompol Temmy Esterlita yang menjadi Pembina Svara Bhayangkara menyatakan puas dengan penampilan anak-anak Svara Bhayangkara yang tanpa beban.

Ia juga mengatakan prestasi ini memecut Svara Bhayangkara untuk bisa lebih meningkatkan prestasi lagi.

Baca Juga
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes Buku Rasa Bhayangkara Nusantara, karya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dicetak dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Buku ini diberikan kepada Duta Besar (Dubes) RI Untuk Inggris, Desra Percaya. “Alhamdulillah Mas Dirgayuza telah menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara ke Pak Dubes, (buku) yang diberikan versi cetakan Bahasa Inggris. Semoga bukunya dapat menjadi media diplomasi,” kata Komjen Dedi kepada wartawan, Selasa (20/1/2026). Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengatakan soal gastro diplomacy. “Kuliner menjadi bahasa universal untuk membangun kedekatan, dalam hal ini memperkenalkan budaya dan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” sambung Komjen Dedi. Diberitakan sebelumnya buku Rasa Bhayangkara Nusantara bukan sekadar kumpulan gambar dan menu. Buku ini merupakan catatan tentang bagaimana Polri mengabdi melalui sesuatu yang sederhana namun bermakna. Dalam buku ini, keseharian SPPG Polri dari sebelum matahari terbit hingga MBG diantarkan ke penerima manfaat digambarkan di buku ini. Buku ini dipandang Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai simbol cara baru membangun bangsa melalui perhatian yang nyata. Diketahui pada Kamis (18/12/2025), Polri menyerahkan Buku Menu MBG ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ kepada delegasi Kedutaan Besar Prancis. Penyerahan buku dilakukan saat tim dari Kedubes Prancis mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mabes Polri 1 Pejaten. Komjen Dedi membawa perpaduan pengalaman lapangan dan pemikiran ilmiah dalam pengembangan tata kelola program nasional. Dengan rekam jejak sebagai penulis lebih dari 36 buku dan penerima Rekor MURI sebagai perwira tinggi Polri dengan karya tulis terbanyak, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk menjadikan riset dan pengetahuan sebagai fondasi pengabdian. Sementara itu, Dirgayuza Setiawan menghadirkan perspektif kebijakan dan ketahanan pangan yang memperkuat desain serta narasi buku, sehingga ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ tidak hanya menjadi dokumentasi pengabdian, tetapi juga rujukan strategis dalam mendukung keberlanjutan Program MBG

“ Terus terang kami hanya fokus berupaya menampilkan yg terbaik karena kami tahu banyak peserta yg sudah berpengalaman dan Svara Bhayangkara baru pertama kali mengikuti ajang ini meskipun kami cukup optimis bisa meraih Gold Medal. Puji syukur kami berhasil masuk lima besar bahkan dapat penghargaan spesial dari juri,” ujar Kompol Temmy Esterlita.

The Soegijapranata International Choir Competition merupakan event lomba yang digelar setiap dua tahun sekali dan kompetisi ini sudah memasuki pelaksanaan tahun ketiga.

Ada delapan kategori yang diperlombakan dalam kompetisi ini, yakni Folklore, Equal voices, Youth choir, Sacred music, Mixed choir, Teenage choir, Kindergarten, children choirA, Children choirB.

Tim Svara Bhayangkara Polri terdiri dari 40 penyanyi, 6 official, 2 pelatih sekaligus konduktor yang semuanya adalah Personel Polri dan PNS Polri.

Di kompetisi ini Svara Bhayangkara tampil membawakan dua lagu yakni Meplalian dari Bali dan Sarinande dari Maluku dengan mengenakan kostum Bali modifikasi.

Svara Bhayangkara bersama empat peserta lain juga terpilih sebagai perwakilan peserta yang tampil dalam _Opening Ceremony_ membawakan Bolelebo dari NTT dengan mengenakan Seragam Polri berbagai fungsi teknis.

Polri berharap keberadaan Svara Bhayangkara bisa menjadi duta seni Polri dan lebih mendekatkan Polri dengan masyarakat melalui seni.

 

Penulis : Abubakar

Responsive Slideshow Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes Buku Rasa Bhayangkara Nusantara, karya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dicetak dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Buku ini diberikan kepada Duta Besar (Dubes) RI Untuk Inggris, Desra Percaya. “Alhamdulillah Mas Dirgayuza telah menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara ke Pak Dubes, (buku) yang diberikan versi cetakan Bahasa Inggris. Semoga bukunya dapat menjadi media diplomasi,” kata Komjen Dedi kepada wartawan, Selasa (20/1/2026). Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengatakan soal gastro diplomacy. “Kuliner menjadi bahasa universal untuk membangun kedekatan, dalam hal ini memperkenalkan budaya dan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” sambung Komjen Dedi. Diberitakan sebelumnya buku Rasa Bhayangkara Nusantara bukan sekadar kumpulan gambar dan menu. Buku ini merupakan catatan tentang bagaimana Polri mengabdi melalui sesuatu yang sederhana namun bermakna. Dalam buku ini, keseharian SPPG Polri dari sebelum matahari terbit hingga MBG diantarkan ke penerima manfaat digambarkan di buku ini. Buku ini dipandang Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai simbol cara baru membangun bangsa melalui perhatian yang nyata. Diketahui pada Kamis (18/12/2025), Polri menyerahkan Buku Menu MBG ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ kepada delegasi Kedutaan Besar Prancis. Penyerahan buku dilakukan saat tim dari Kedubes Prancis mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mabes Polri 1 Pejaten. Komjen Dedi membawa perpaduan pengalaman lapangan dan pemikiran ilmiah dalam pengembangan tata kelola program nasional. Dengan rekam jejak sebagai penulis lebih dari 36 buku dan penerima Rekor MURI sebagai perwira tinggi Polri dengan karya tulis terbanyak, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk menjadikan riset dan pengetahuan sebagai fondasi pengabdian. Sementara itu, Dirgayuza Setiawan menghadirkan perspektif kebijakan dan ketahanan pangan yang memperkuat desain serta narasi buku, sehingga ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ tidak hanya menjadi dokumentasi pengabdian, tetapi juga rujukan strategis dalam mendukung keberlanjutan Program MBG

Responsive Slideshow Advertisement