Jakarta – Bidhumas Polda Metro Jaya kembali menggelar pelatihan dokumentasi lapangan dan komunikasi publik yang diikuti oleh anggota Bidhumas serta perwakilan dari Polres dan Polsek, Kamis (7/11/2024).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan dokumentasi anggota Bidhumas dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan, terutama jelang Pilkada serentak 2024.
Pelatihan tersebut menghadirkan Dr. Retno Intani, M.Sc., dosen Ilmu Komunikasi dari Universitas Bina Nusantara, sebagai narasumber utama. Dalam materinya, Dr. Retno menekankan pentingnya dokumentasi yang tidak hanya akurat dan faktual, tetapi juga mematuhi standar etika yang ketat, terutama dalam menjaga privasi dan menghormati hak-hak subjek dokumentasi.
“Prinsip utama dalam dokumentasi adalah memastikan kebenaran dan menjaga integritas. Ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga komitmen untuk menghargai privasi individu,” kata Dr. Retno.
Beberapa poin yang disampaikan meliputi pentingnya riset awal, pengumpulan data yang tepat, serta teknik pengambilan gambar dan video yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat fungsi kehumasan dalam menyampaikan informasi yang benar di tengah maraknya hoaks di media sosial.
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes Buku Rasa Bhayangkara Nusantara, karya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dicetak dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Buku ini diberikan kepada Duta Besar (Dubes) RI Untuk Inggris, Desra Percaya. “Alhamdulillah Mas Dirgayuza telah menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara ke Pak Dubes, (buku) yang diberikan versi cetakan Bahasa Inggris. Semoga bukunya dapat menjadi media diplomasi,” kata Komjen Dedi kepada wartawan, Selasa (20/1/2026). Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengatakan soal gastro diplomacy. “Kuliner menjadi bahasa universal untuk membangun kedekatan, dalam hal ini memperkenalkan budaya dan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” sambung Komjen Dedi. Diberitakan sebelumnya buku Rasa Bhayangkara Nusantara bukan sekadar kumpulan gambar dan menu. Buku ini merupakan catatan tentang bagaimana Polri mengabdi melalui sesuatu yang sederhana namun bermakna. Dalam buku ini, keseharian SPPG Polri dari sebelum matahari terbit hingga MBG diantarkan ke penerima manfaat digambarkan di buku ini. Buku ini dipandang Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai simbol cara baru membangun bangsa melalui perhatian yang nyata. Diketahui pada Kamis (18/12/2025), Polri menyerahkan Buku Menu MBG ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ kepada delegasi Kedutaan Besar Prancis. Penyerahan buku dilakukan saat tim dari Kedubes Prancis mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mabes Polri 1 Pejaten. Komjen Dedi membawa perpaduan pengalaman lapangan dan pemikiran ilmiah dalam pengembangan tata kelola program nasional. Dengan rekam jejak sebagai penulis lebih dari 36 buku dan penerima Rekor MURI sebagai perwira tinggi Polri dengan karya tulis terbanyak, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk menjadikan riset dan pengetahuan sebagai fondasi pengabdian. Sementara itu, Dirgayuza Setiawan menghadirkan perspektif kebijakan dan ketahanan pangan yang memperkuat desain serta narasi buku, sehingga ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ tidak hanya menjadi dokumentasi pengabdian, tetapi juga rujukan strategis dalam mendukung keberlanjutan Program MBG“Kami ingin memastikan bahwa pesan yang disampaikan tepat sasaran dan akurat. Ini penting untuk membangun kepercayaan publik, khususnya menjelang Pilkada serentak ini,” ujarnya.
Lanjut, Ade Ary menambahkan, pelatihan ini juga diharapkan meningkatkan kemampuan anggota dalam melakukan manajemen media dan komunikasi publik. “Keterampilan ini akan membantu kami dalam menyampaikan informasi yang tidak hanya cepat tetapi juga faktual dan tidak bias,” tambahnya.
Pelatihan berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang berharap keterampilan ini dapat membantu dalam tugas kehumasan sehari-hari, terutama menjelang Pilkada yang membutuhkan kerja sama kuat dengan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan.
Penulis : Abubakar