Jakarta Selatan – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Karyoto, menggelar kegiatan bakti sosial di Yayasan Al-Mubarokah yang berlokasi di Ruko Pasar Jumat, Jl. Pasar Jumat, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Kamis (7/3/2025) sore. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan.
Dalam acara tersebut, Kapolda Metro Jaya didampingi oleh sejumlah pejabat utama Polda Metro Jaya, termasuk Karoops, Karolog, Dirbinmas, Dirintelkam, Dirlantas, Dirsamapta, Dirreskrimum, Dirreskrimsus, Dansat Brimob, dan Dirtahti. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kuat Polri dalam mendukung kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari kegiatan ini, Kapolda Metro Jaya bersama Karo Ops dan Kapolres Jakarta Selatan secara simbolis menyerahkan bantuan berupa paket sembako kepada pihak yayasan. Sebanyak 37 santri yang menjadi binaan Yayasan Al-Mubarokah menerima bantuan tersebut dengan penuh antusias dan rasa syukur.
Dalam sambutannya, Irjen Pol. Karyoto menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban anak-anak di yayasan ini serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Polri akan selalu hadir dan siap mendukung kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi sesama,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menumbuhkan semangat kepedulian dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes Buku Rasa Bhayangkara Nusantara, karya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dicetak dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Buku ini diberikan kepada Duta Besar (Dubes) RI Untuk Inggris, Desra Percaya. “Alhamdulillah Mas Dirgayuza telah menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara ke Pak Dubes, (buku) yang diberikan versi cetakan Bahasa Inggris. Semoga bukunya dapat menjadi media diplomasi,” kata Komjen Dedi kepada wartawan, Selasa (20/1/2026). Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengatakan soal gastro diplomacy. “Kuliner menjadi bahasa universal untuk membangun kedekatan, dalam hal ini memperkenalkan budaya dan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” sambung Komjen Dedi. Diberitakan sebelumnya buku Rasa Bhayangkara Nusantara bukan sekadar kumpulan gambar dan menu. Buku ini merupakan catatan tentang bagaimana Polri mengabdi melalui sesuatu yang sederhana namun bermakna. Dalam buku ini, keseharian SPPG Polri dari sebelum matahari terbit hingga MBG diantarkan ke penerima manfaat digambarkan di buku ini. Buku ini dipandang Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai simbol cara baru membangun bangsa melalui perhatian yang nyata. Diketahui pada Kamis (18/12/2025), Polri menyerahkan Buku Menu MBG ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ kepada delegasi Kedutaan Besar Prancis. Penyerahan buku dilakukan saat tim dari Kedubes Prancis mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mabes Polri 1 Pejaten. Komjen Dedi membawa perpaduan pengalaman lapangan dan pemikiran ilmiah dalam pengembangan tata kelola program nasional. Dengan rekam jejak sebagai penulis lebih dari 36 buku dan penerima Rekor MURI sebagai perwira tinggi Polri dengan karya tulis terbanyak, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk menjadikan riset dan pengetahuan sebagai fondasi pengabdian. Sementara itu, Dirgayuza Setiawan menghadirkan perspektif kebijakan dan ketahanan pangan yang memperkuat desain serta narasi buku, sehingga ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ tidak hanya menjadi dokumentasi pengabdian, tetapi juga rujukan strategis dalam mendukung keberlanjutan Program MBG
Penulis : Laura